Ekonomi

JTTS Tekan Omzet, Penjual Kemplang di Jalan Lintas Sumatera Terancam Bangkrut

Pedagang makanan di jalan Lintas Sumatera/Net

BANDAR LAMPUNG – Memanfaatkan peluang usaha saat musim arus mudik lebaran, sudah menjadi tradisi musiman bagi warga yang berada di sepanjang jalur jalan Lintas Sumatera, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Kendati demikian, puluhan lapak atau warung musiman penjual oleh-oleh makanan khas Lampung, seperti kerupuk keplang, keripik dan makanan lainnya, justru mengaku omzet penjualannya sepi dibanding tahun sebelumnya.

Dari data yang dihimpun, omzet sejumlah toko jajanan oleh-oleh yang berada di sepanjang jalan Lintas Sumatera, Lampung, mengalami penurunan sejak dibukanya jalan tol Bakauheni secara operasional. Omzet para pedagang ini mengalami penurunan 20% hingga 40% dibandingkan arus balik tahun lalu.

Baca Juga:  Libur Lebaran, Pejabat Bisa Lapor Gratifikasi melalui Aplikasi GOL

Padahal biasanya, para pemudik yang melakukan perjalanan arus balik menyempatkan diri berhenti sejenak berbelanja jajanan khas Lampung yakni kerupuk kemplang dan keripik pisang. Selain memiliki rasa yang khas, kerupuk kemplang dan keripik pisang merupakan jajanan khas buah tangan yang memiliki harga terjangkau alias murah meriah.

Menurut pengakuan para pedagang, pada musim mudik lebaran tahun ini, omzet turun cukup drastis, disebabkan banyaknya pemudik yang memulih melintas lewat jalan tol, ketimbang jalan trans Lintas Sumatera.

“Biasanya klo musim mudik lebaran bisa meraup omzet Rp1 juta sampai Rp3 juta per harinya. Tapi pas ada JTTS, paling untung bisa dapat Rp200 ribu per harinya,” kata Mala, salah satu pedagang musiman, di jalur Lintas Sumatera, Rabu (12/6).

Baca Juga:  Kopdar Pertama Safe Food Community (SFC) Bahas Penanganan Frozen Food

Sementara pantauan di lapangan, pada H+6 lebaran baik kendaraan pribadi roda dua maupun pemudik penumpang pejalan kaki yang tiba ke Pelabuhan Bakauheni dalam kondisi ramai dan lancer.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top