Uncategorized

Jembatan Kontroversial Itu Akhirnya Diresmikan

Flyover MBK/Ist

BANDARLAMPUNG – Pembangunan jembatan layang (Flyover) di depan Mal Boemi Kedaton (MBK) Kota Bandarlampung yang sebelumnya menjadi kontroversi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemkot Bandarlampung, akhirnya diresmikan penggunaannya pada Minggu malam tahun baru (31/12).

Seperti diketahui, proses pembangunan jembatan layang MBK tersebut sempat mengalami kontroversi. Jembatan yang berada di jalan nasional tersebut membuat Pemprov Lampung turut andil untuk mengamankannya. Pemkot Bandar Lampung telah memerintahkan kontraktor membangunnya, sementara Pemprov Lampung melarangnya karena belum ada izin.

Pada awal bulan Ramadhan 1439 H tersebut, pembangunan jembatan layang MBK sempat disegel Pemprov Lampung. Tak lama kemudian, Pemkot melanjutkan lagi pembangunan tersebut, dengan melengkapi persyaratan perizinan dari pemerintah pusat. Pemkot merubah kembali konstruksi bangunan dan memberikan ruang gerak arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Baca Juga:  Pj Bupati Tanggamus Zainal Abidin Diminta Jaga Netralitas ASN Jelang Pilkada

Setelah masa tenang beberapa lama, kontraktor pembangunan jembatan layang MBK tersebut dihantam masalah keretakan dinding jembatan.

Hal itu diketahui saat pembangunan berjalan 50 persen, dimana Komisi III DPRD Bandarlampung meninjau ke lokasi proyek setelah terungkap di rapat terjadi keretakan.

Anggota Komisi III DPRD, Heriyadi Fayacoen mengatakan, kunjungan tersebut ingin mengecek kabar keretakan konstruksi dinding jembatan layang. Selain itu, pihaknya ingin melihat prosedur teknis yang dijalankan kontraktor dan pekerjanya.

Keretakan dinding jembatan layang di depan MBK sempat menjadi viral di media sosial. Keretakan dinding terlihat di depan Rumah Makan Bumbu Desa dan depan Gang Balau.

Diduga keretakan dinding tersebut, karena pemadatan tanah pijakan tanjakan jembatan tidak sempurna, sehingga kendaraan berat yang melintas membuat dinding bergerak, selain juga karena kondisi coran masih muda. Saat kunjungan Komisi III DPRD Bandar Lampung tersebut bersama pejabat Dinas Pekerjaan Umum Kota, termasuk para wartawan, Rabu (1/11) lalu.

Baca Juga:  Parkir di Badan Jalan, Dishub Bandar Lampung Terapkan Sanksi Derek

Kehadiran wakil rakyat tersebut, setelah media lokal gencar memberitakan keretakan pembangunan jembatan layang di jalan nasional, padahal belum difungsikan. Di sela-sela kunjungan itu, salah seorang anggota Komisi III DPRD Bandarlampung Yuhadi, yang juga menjabat ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung berang dengan wartawan yang hadir dalam kunjungan tersebut.

Ia memarahi dan bersikap arogan kepada wartawan lantaran pemberitaan yang menyebutkan pernyataannya bahwa keretakan dinding jembatan karena menggunakan besi banci (nonstandar).(RBC)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top