Iklan
Daerah

Jembatan Kaliwayit di Lampung Tengah Ambles

Kondisi Jembatan Kaliwayit Kampung Simpang Agung menuju Kampung Dono Arum, yang ambles/Ist

LAMPUNG TENGAH – Jembatan Kaliwayit Kampung Simpang Agung menuju Kampung Dono Arum, ambles. Terlihat, kedua ruas dari dua pondasi terputus dan masuk dengan kedalaman mencapai 2,5 meter ke dasar tanah.

Kondisi usia jembatan yang diketahui sudah berumur dan rusak ini, diperparah karena tidak pernah diperbaiki disertai sering terendam banjir. Sehingga memicu ambrolnya jembatan penghubung tersebut.

Camat Seputih Agung Sariman, saat dikonformasi mengungkapkan, kejadian ambrolnya jembatan sekira 04.00 WIB dimana dari informasi warga sebelumnya terdapat 7 mobil muatan singkong konvoi dari arah Dono Arum melintasi jembatan menuju arah Bandarjaya untuk menjual singkong.

Baca Juga:  Laporan Politik Uang Tim Arinal-Nunik Diterima Bawaslu

Setelah mobil ketujuh melintas ada suara jembatan ambrol.

“Setelah mengetahui jembatan ambrol kami langsung memasang portal dari dua arah jalan Simpang Agung dan Dono Arum supaya warga yang akan melewati jembatan tidak sampai masuk. Saat ini kami sedang mencari gelugu untuk digunakan sebagai alternatif jembatan. Kami  juga langsung koordinasi dengan Plt Bupati Lampung Tengah, dinas bina marga dan penanggulangan bencana. Agar  secepatnya ditindaklanjuti perbaikan menggunakan alokasi dana tanggap darurat. Sekitar satu minggu ini akan langsung dilakukan perbaikan sambil menunggu material bahan,” paparnya, Selasa (1/5)

Sebagai jalur alternatif untuk masyarakat yang akan menuju Dono Arum ada dua jalur yang berada di Kampung Endang Rejo melalui tanggul irigasi yang dapat menembus jalan menuju Dono Arum dan Fajar Asri. Sementara di Simpang Agung juga ada jalan alternatif lain melalui tanggul didekat lapangan untuk menembus jalan ke Dono Arum.

Baca Juga:  Pemuda dari 24 Kampung Bentuk Forum Silaturahmi Muli Meghanai Lampung Tengah

Budiono (40 tahun) warga setempat mengaku sempat terkejut ketika mendengar suara jembatan ambrol.

“Kondisi jembatan ini selain foktor usia juga posisi jembatan sudah menipis ketebalannya yang tergerus air akibat banjir kali wayit yang sampai luber hingga ke jalan dan sampai ke area pasar Simpang Agung. Kami berharap tindak lanjut aparatur pemerintah bisa segera melakukan perbaikan, karena jembatan ini jalan vital yang dilalui oleh warga dari banyak kampung di Seputih Agung ini,” ujar Budiono.

Dari pantauan dilokasi,warga tampak bergotong royong melakukan perbaikan sementara. Untuk kendaraan umum saat ini musti balik arah mencari jalan alternatif, karena hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki dengan menggunakan kayu untuk melintas.(IS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top