Modus

Jelang Idul Adha, KSKP Bakauheni Gagalkan Pengiriman Daging Celeng

Ka KSKP AKP Rafli Arrahman sedang menunjukan daging celeng yang dipegang oleh supir yang membawa barang haram tersebut, dihalaman KSKP Bakauheni/AS

KALIANDA – Jajaran Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Lampung Selatan, berhasil menggagalkan pengiriman daging celeng sebanyak 5 koli atau sekitar 500 kilogram, yang diangkut menggunakan mobil box jenis truck colt diesel bernopol B 9258 TXS, kemarin, sekira pukul 03.30 WIB dini hari, di pintu masuk pelabuhan bakauheni, kemarin.

Menurut pengakuan Sagdi Harnan, selaku supir truk, dirinya membawa barang haram tersebut dari Tugu Mulyo, Palembang, menuju Tanggerang. Barang tersebut disembunyikan dibalik tumpukan ikan asin dan beberapa barang dagangan lainnya.

“Pengakuan supir barang ini milik Tarigan, dan akan di kirim ke saudara Leo di Tanggerang. Barang ini memang sudah menjadi pesanan, makanya dikirim melalui mobil box dan di tutupi beberapa barang lain agak tidak diketahui petugas,” ujar Ka KSKP Bakauheni Rafli Arrahman, Kamis (16/8).

Baca Juga:  Rekrut TKI Tak Melalui Lembaga, Warga Bumi Waras di Penjara

Rafli menduga, sindikat ini memang pemain lama, dimana mereka mengetahui moment dimana sebentar lagi harga daging akan naik secara perlahan dan memang sangat dibutuhkan menjelang hari raya kurban.

“Pada hari raya nanti, daging sangat dicari masyarakat, mengingat pada moment lebaran Idul Adha, menu daging mungkin menjadi favorit,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging, mengingat secara kasat mata daging celeng dan daging sapi sedikit sekali perbedaannya.

“Perbedaan daging sapi dan daging celeng, hanya dari serat dan warna daging setelah di goreng tanpa bumbu. Memang pada daging celeng agak sedikit mengkilat, dan seratnya pun berbeda dengan daging sapi. Bagi yang suka membeli daging, kami harap diperhatikan dengan detail sekali,” pintanya.

Baca Juga:  Sudah Kali Kedua Bandara Radin Inten Temukan Bom

Sementara Safdi Harnan saat dikonfirmasi, mengakui daging celeng yang dibawanya memang tidak memiliki dokumen resmi, dirinya hanya mendapatkan perintah untuk membawa barang haram ini ke Tanggerang.

“Kalau dokumennya saya tidak tahu, yang jelas saya cuma diperintahkan untuk membawa ke tanggerang. Disana nanti sudah di tunggu oleh Leo selaku pemilik barang,” singkatnya.(AS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top