Daerah

Jari Siswa MTs Gunung Kaso Terputus di Kolam Renang Tirta Garden

Perosotan Kolam Renang Tirta Garden/PS

GEDONGTATAAN – Dio Aditia (14), siswa kelas 8 MTs Gunung Kaso, warga Dusun Sidomulyo, Desa Margo Dadi, Kecamatan Way Lima, harus kehilangan jari kelingking tangan kanannya saat mengikuti kegiatan sekolah.

“Kejadian tragis itu menimpa anak saya, ketika anak saya mengikuti kegiatan sekolah olahraga renang dari pihak sekolah,” jelas M. Niat, ayah korban, Selasa (6/8).

Ia menceritakan, kejadian itu terjadi pada hari Minggu (4/8) lalu, anaknya, kata pihak sekolah bermain perosotan.

“Nah, saat itu ada paralon yang timbul, sehingga kena tangan dan itu langsung putus mas bersama dengan uratnya. Karena potongan jari tangannya dicari ternyata nyangkut di paralon itu,” ujar Niat.

Baca Juga:  Pembangunan Rumah di TNBBS Cegah Perambahan Hutan

Ia pun mengaku kecewa dengan pihak pengelola kolam renang yang sampai saat ini belum ada komunikasi terkait hal yang menimpa buah hatinya tersebut.

“Saya sih berharap setidaknya ada tanggung jawab dari pihak pengelola kolam renang. Katanya sih mau kesini tapi sampai sekarang belum ada yang kesini. Padahal ini fatal mas, karena yang dialami anak saya ini cacat permanen,” paparnya.

“Kalau pihak sekolah sih sudah cukup memberikan pengobatan terhadap anak saya, dan saya dapat informasi kata gurunya saat ini kolam renang itu sudah diperbaiki,” timpalnya.

Ia pun menginginkan adanya perawatan intensif terhadap anaknya.

“Ini kan baru dapat perawatan dari Puskesmas Kedondong, dan sekarang anak saya susah tidur karena merasakan sakit pada jari tangannya yang hilang,” pintanya.

Baca Juga:  400 Personel Terlibat Dalam Simulasi Gempa dan Tsunami di Lampung Selatan

Sementara itu, pemilik kolam renang Tirta Garden, Saukani, saat ditemui di lokasi kolam renang mengatakan, bahwa tempatnya tersebut belum dibuka ataupun diresmikan serta dipergunakan secara umum.

“Tempat saya inikan belum dibuka, tapi karena banyak warga yang datang akhirnya diperbolehkan masuk dan berenang dengan membayar Rp10 ribu,” jelasnya.

Ia juga mengaku telah bertanggung jawab atas kejadian tersebut, dengan membawa korban ke Puskesmas.

“Setelah kejadian, saya langsung menyuruh adik saya membawa korban ke Puskesmas. Dan saya juga sudah janjian dengan pihak guru, untuk berkunjung ke rumah korban. Tapi sampai saat ini pihak guru belum menghubungi saya, karena yang tahu rumah korban kan guru, kalau saya tidak tau,” tutupnya.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top