Modus

Janjikan Masuk Fakultas Kedokteran, Oknum Dosen Unila Kembali Duduk di Kursi Pesakitan

Penipuan oleh oknum Doesn Universitas Lampung/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Seorang oknum dosen Universitas Lampung (Unila) kembali berulah. Kali ini seorang pengajar dari fakultas hukum menjadi terdakwa penipuan terhadap calon mahasiswa.

Ia memberikan iming-iming akan meloloskan korban lulus dalam ujian fakultas kedokteran dengan imbalan uang yang ia terima sebesar Rp350 juta.

Pelaku WK, dihadirkan sebagai terdakwa dalam persidangan dengan agenda keterangan saksi, di ruang cakra Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang Bandar Lampung, dalam kasus perkara dugaan penipuan terhadap seorang calon mahasiswa kedokteran Universitas Lampung pada tahun penerimaan 2017, kemarin.

Dari 5 orang saksi yang dihadirkan, diantaranya terdapat orang tua korban YS yang bernama Richard.

Baca Juga:  Dugaan Penipuan Oleh Fajrun Najah Ahmad, Handoko : Tak Ada Kaitan Dengan Partai

Ia mengatakan, bahwa terdakwa telah menerima uang sebanyak Rp350 juta, dengan janji yang diberikan olehnya yaitu akan meloloskan YS dalam ujian penerimaan mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Lampung.

Richard sendiri, dikenalkan kepada WK oleh saksi Francis, yang telah mendapat informasi bahwa terdakwa dapat mengusahakan korban YS untuk masuk ke fakultas yang di idam – idamkannya selama ini, dengan pertaruhan kepercayaan yang diberikan oleh terdakwa WK, karena ia adalah seorang pengajar di Unila, dan ia pun mengatakan bahwa suaminya adalah seorang hakim, sehingga korban sekeluarga yakin untuk semua ucapan janji manis itu.

Melalui 3 tahap cicilan kepada WK, ayah korban akhirnya memenuhi permintaan mahar yang diajukan oleh oknum dosen tersebut, yang jumlah totalnya hingha Rp350 juta, dengan tunai yang pertama sebanyak 55 juta rupiah, lalu 120 juta rupiah, hingga memberikan buku rekening tabungan dengan saldo sebesar 175 juta rupiah.

Baca Juga:  Dua Desa Serahkan Senpi ke Polres Pesawaran

Saat pengumuman hasil ujian, korban dan keluarga tidak mendapati nama YS tertera sebagai mahasiswa yang lulus ujian tersebut, dan sesuai janji WK, keluarga pun menagih ucapan terdakwa yang akan mengembalikan seluruh uang yang diberikan jika korban tidak lulus.

Diketahui, WK telah mengembalikan sebagian uang uang ia terima dari ayah korban, yang juga ia cicil pengembaliannya secara bertahap, berupa buku rekening tabungan dengan saldo 175 juta rupiah, dan selanjutnya iya mengembalikan sejumlah uang 20,25, dan 20 juta dengan sisa yang tak kunjung dikembalikan sebesar Rp110 juta.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top