Daerah

Jalan Ryacudu – Jati Agung Rusak, Hambat Tegaknya Supremasi Hukum

Infrastruktur jalan di Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di jalur menuju Lapas Narkotika Way Huwi, Bandar Lampung/Suluh/TIN

BANDAR LAMPUNG – Dua tahun sudah jalur menuju empat buah aset vital negara ini mengalami kerusakan cukup parah, terlihat jalanan yang sudah tak terlapis aspal sepanjang kurang lebih 500 meter, serta lubang – lubang yang terlihat cukup dalam menjadi pelengkap kesan terpencilnya lokasi ini.

Pemandangan jalan hancur ini terletak di Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di jalur menuju Lapas Narkotika Way Huwi, Bandar Lampung.

Jalanan yang tersisa batuan tajam ini, turut menyebabkan terhambatnya waktu penjemputan dan pemulangan para tahanan yang menjalani sidang. Hingga pernah sesekali mobil penjemput para tahanan mengalami pecah ban lantaran tertancap batu – batu di sepanjang jalur ini.

Baca Juga:  Buruknya Infrastruktur Sebabkan Banjir di Kota Metro

Ketika musim penghujan, air yang mengalir di saluran drainase pun sering meluap hingga menggenangi badan jalan. Hal itu disebabkan lantaran posisi badan jalan yang lebih rendah dari saluran drainase yang ada di sepanjang tepiannya.

Tak hanya jalur yang hancur, saat hari memasuki malam, di sepanjang jalan ini pun tak terdapat penerangan yang memadai, hanya terdapat cahaya dari lampu – lampu rumah warga serta penerangan di area lapas hingga Kantor Rupbasan Bandar Lampung.

Kondisi ini tentunya turut menjadi keluhan para warga Jati Agung, yang juga merasakan kekhawatiran jika terjadi peristiwa tahanan kabur yang tentunya akan sangat leluasa bersembunyi. Sebab lokasi di tempat ini benar – benar didominasi oleh kegelapan.

Infrastruktur jalan di Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di jalur menuju Lapas Narkotika Way Huwi, Bandar Lampung/Suluh/TIN

Budiharto, salah satu warga setempat, berharap kepada pemerintah dan dinas terkait agar keadaan ini lebih diperhatikan serta dapat sesegera mungkin ditindaklanjuti.

Baca Juga:  LAZ Bertransformasi ke Era Digital

“Kondisi seperti ini sudah bertahun – tahun, pemerintah seperti buang badan,” sesal dia, Jumat (7/2).

Sejauh ini, diketahui jalanan desa ini sebenarnya bersebelahan dengan jalur menuju pintu masuk jalan Tol Trans Sumatera. Namun seolah tak terlihat dan diperhatikan, jalan ini terlantar dengan lubang dan kegelapan.(TIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top