Daerah

Jalan Penghubung Wonosobo ke Kanoman Ditutup Sementara

Penutupan jembatan dan pengalihan arus lalu lintas ini terkait pembangunan jembatan penghubung antara Pekon Banjarnegara dan Pekon Kanoman/SB

KOTA AGUNG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanggamus menutup arus lalulintas menuju jembatan gantung penghubung Pekon Banjarnegara Kecamatan Wonosobo dan Pekon Kanoman Kecamatan Semaka, Minggu (6/5).

Penutupan jembatan dan pengalihan arus lalu lintas ini terkait pembangunan jembatan penghubung antara Pekon Banjarnegara dan Pekon Kanoman yang sudah mulai dilakukan.

Pihak kontraktor sudah memasang plang pemberitahuan jika jalan ini sudah ditutup karena ada kegiatan pembangunan.

Warga yang biasanya menggunakan jembatan itu terpaksa harus mencari jalur alternatif lain, seperti menggunakan jasa perahu penyebrangan maupun memutar arah melalui jembatan penghubung Pekon Karanganyar Kecamatan Wonosobo dan Pekon Karangrejo Kecamatan Semaka.

Jembatan gantung Banjarnegara yang sebelumnya sempat menelan korban jiwa juga tampak sudah dibongkar. Satu alat berat jenis ekskavator juga diturunkan untuk membongkar oprit bekas jembatan lama, yang nantinya akan digantikan dengan oprit untuk jembatan yang baru.

Baca Juga:  Polres Tanggamus Tangkap Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Tiri di Lebak Banten

Kepala Dinas PUPR Tanggamus Riswanda Djunaidi, melalui Kabid Bina Marga Ishak Basuki, mengatakan pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Wonosobo dan Semaka itu sudah mulai dilakukan sejak Kamis (3/5) lalu.

“Kegiatan pembangunannya sudah dimulai. Rencananya pembangunan jembatan ini dilakukan menggunakan kontruksi baja, dengan bentang jembatan keseluruhan termasuk oprit sekitar 70 meter dan lebar 6 meter,” ujarnya.

Pembangunan jembatan yang terbentang diatas aliran sungai Way Semaka itu bersumber dari APBD Tanggamus 2018, dengan menelan anggaran sekitar Rp13 miliar.

“Pembangunan jembatan ini akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama yaitu pekerjaan pada bagian bawah atau penghubung jembatan dengan masa kontrak hingga Desember 2018. Sedangkan tahap berikutnya yaitu pekerjaan pada bagian atas jembatan yang akan dilaksanakan di tahun 2019, ” kata Ishak.

Baca Juga:  Jurnalis Pringsewu Ikut Menolak Revisi UU MD3

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut memang sangat mendesak dan dibutuhkan oleh warga. Mengingat volume kendaraan menuju Kecamatan Wonosobo maupun Semaka cukup banyak, selain itu kondisi jembatan gantung Banjarnegara yang selama ini menjadi jalur alternatif warga juga sudah tidak layak.

“Dengan adanya jembatan ini kami berharap arus lalu lintas pada ruas Banjarnegara-Kanoman bisa lebih lancar, sehingga bisa berdampak pada meningkatnya perekonomian warga di dua kecamatan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat Solihin mengaku bersyukur karena Pemkab Tanggamus sudah mewujudkan pembangunan jembatan yang selama ini memang menjadi dambaan warga.

“Kami bersyukur karena Pemkab sudah mewujudkan apa yang selama ini menjadi harapan kami yakni pembangunan jembatan Banjarnegara,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Resmikan Jembatan Gantung di Way Jepara

Warga Pekon Banjarnegara ini menambahkan, dengan dibangunnya jembatan tersebut maka akses warga jadi lebih mudah. Warga juga, tidak perlu khawatir lagi akan tercebur ke sungai saat hendak menuju Kecamatan Semaka maupun Wonosobo, karena pembangunan jembatan tersebut menggunakan rangka baja yang tentunya kuat dan kokoh.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pemkab Tanggamus yang telah merealisasikan pembangunan jembatan Banjarnegara. Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini bisa menjadi penopang perekonomian kami,” ungkapnya.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top