Daerah

Jalan Alternatif JTTS Milik PT. Adhi Karya Sering Makan Korban

Jalan alternatif yang memotong Jalan Pangeran Senopati atau akses menuju  pasar Jati Mulyo- Karang Anyar, Lampung Selatan/BO

LAMPUNG SELATAN – Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), memotong Jalan Pangeran Senopati atau akses menuju  pasar Jati Mulyo- Karang Anyar, saat ini sedang dalam tahap pengerjaan. Hal itu membuat warga setempat yang ingin melintasi jalan tersebut, dibuatkan jalan sementara oleh pihak proyek.

Namun jalan alternatif tersebut, kondisinya sangat membahayakan pengendara yang melintas, khususnya pengguna  sepeda motor. Jalan itu posisinya menurun kemudian menanjak, lalu beberapa meter kemudian menikung.

Kondisi jalan yang dibuat sementara oleh pengelola JTTS untuk warga tersebut sangat memprihatinkan, kondisinya berlubang, becek, dan banyak material berserakan seperti batu split dan pasir yang bercampur tanah liat.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Bumi Sari Tuntut Pencoblosan Ulang Pilkades

Warga yang melintas di jalan tersebut dituntut harus ekstra hati-hati, terlebih saat turun hujan, atau saat setelahnya yang menyebabkan jalan becek dan licin.

Dari data yang dihimpun, sudah ada tiga pengendara motor yang terpeleset, dan pengendaranya mengalami luka-luka hingga harus dirawat di klinik terdekat.

“Kaki saya keseleo dan lecet, karena waktu bawa motor lewat jalan sementara itu, licin, banyak kerikil campur tanah liat. Sehingga ban motor yang saya kendarai terpeleset,” ujar Ita, salah satu warga Karang Anyar, Lampung Selatan, yang menjadi korban jalan alternatif tersebut, Rabu (25/4).

Ita menambahkan, sebelum ia jatuh, tepat didepannya juga ada pengendara lain yang sudah jatuh terlebih dahulu, dan bajunya kotor terkena tanah liat basah yang banyak menghiasi dasar jalan tersebut.

Baca Juga:  Gelar Aksi, Pemuda & Mahasiswa Lampung Ragukan Arinal Djunaidi

Selain Ita, pengendara lainnya yang juga mengalami luka-luka akibat terjatuh dari sepeda motornya saat melintas di jalan sementara, yang dibuat akibat adanya pembangunan JTTS.

“Tangan saya luka sobek, akibat jatuh terpeleset di jalan sementara itu, bahkan disarankan dokter untuk dijahit, karena lukanya cukup panjang. Kakak saya yang dibonceng juga tangannya memar” ujar Hawa, warga Perumahan Permata Asri Katang Anyar, Jati Agung, Lampung Selatan.

Wanita yang setiap hari harus melintas di jalan tersebut, mengaku, ketika berangkat dan pulang kerja, sangat takut jika tengah melewati jalan licin itu, karena khawatir akan terpeleset.

“Pas lewat dijalan itu rasanya ngeri, karena jalannya becek, di jalan itu sudah banyak orang yang jatuh,” tandasnya.(BO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top