Modus

Jaksa KPK Salah Ketik di Poin Dakwaan Zainudin Hasan

Bupati non aktif Zainudin Hasan/Net

BANDAR LAMPUNG – Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku melakukan kesalahan dalam pengetikan poin dakwaan kepada Zainudin Hasan.

Poin yang salah ketik ialah tentang penerapan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Atas kesalahan itu, jaksa meminta maaf dan memberikan klarifikasi di hadapan majelis hakim saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Senin (1/4).

“Kami tadi telah memberikan klarifikasi kepada majelis hakim. Kami mengaku salah karena telah salah ketik. Yang kami ketik ialah kesalahan di Undang-undang TPPU,” kata jaksa pada KPK Wawan Yunarwanto, usai persidangan.

Seharusnya, kata dia, pengetikan Undang-undang tentang TPPU yang diterapkan adalah Undang-undang yang lama. Seharusnya diterapkan Undang-undang yang baru.

Baca Juga:  Polresta Bandar Lampung Sita Ribuan Botol Miras Tanpa Izin Edar

“Iya yang salah di sana. Harusnya yang baru, tapi kami ketik Undang-undang yang lama. Di situ yang salah. Tapi pada dasarnya semua uraian kami sudah tepat dan kami yakini benar,” terang dia.

Jaksa juga mengaku kesalahan ini telah disadari sejak awal berkas dakwaan disampaikan ke Pengadilan. Maka dari itu, jaksa telah menyiapkan klarifikasi di agenda sidang pembacaan tuntutan.

“Sejak awal sudah sadar. Sudah kami laporkan ke KPK. Maka kami siapkan klarifikasi. Kesalahan seperti ini kan wajar-wajar aja,” ujarnya.

Tim jaksa juga menyadari bahwa berkas dakwaan yang salah ketik itu tidak diketahui oleh pengacara Zainudin Hasan.

“Nggak. Mereka tidak tahu,” sebutnya.

Baca Juga:  Pelaku Pencuri Rumah Kosong di Tanggamus Diamankan Petugas

Untuk diketahui kesalahan yang dilakukan jaksa pada KPK ialah mendakwa Zainudin Hasan karena melakukan TPPU dengan menerapkan pasal 3 (ayat) 1 huruf a, c dan e Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top