Bandar Lampung

Jaksa Kejati Lampung Diduga Inisiasi Pertemuan Dengan Isteri Terdakwa

Jaksa Kejati Lampung Diduga Inisiasi Pertemuan Dengan Isteri Terdakwa
Jaksa Kejati Lampung Diduga Inisiasi Pertemuan Dengan Isteri Terdakwa

Ibu ini diduga sedang melakukan komunikasi dengan jaksa pada Kejati Lampung di PN Tanjungkarang. Muncul dugaan, wanita yang diketahui isteri seorang terdakwa ini ingin bertemu dengan jaksa yang menangani perkara suaminya.

Suluh.co – Seorang isteri dari terdakwa yang sedang menjalani proses persidangan dalam tahap pembacaan putusan kebingungan.

Dasar kebingungannya itu muncul dikarenakan ia salah alamat.

Alamat yang ingin dituju sejatinya adalah lokasi tempat seorang jaksa pada Kejati Lampung bernama Ponco mengikuti proses persidangan.

Jaksa bernama Ponco diketahui adalah orang yang melakukan penuntutan kepada suaminya.

Ia mengaku sebelumnya diminta oleh jaksa Ponco untuk datang ke Kantor Kejati Lampung, tepatnya di lantai dua. Ponco menyebut, “naik saja ke lantai dua, di aula”.

Begitu lah kira-kira penjelasan singkat dari ibu tersebut kepada sejumlah pewarta di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis sore, 15 Oktober 2020.

Baca Juga:  5 Dubes Timur Tengah Tiba, Lampung Siap Jajaki Peluang Investasi

“Barusan kan telponan [dengan pak Ponco_red]. Katanya di aula, lantai dua. Katanya datang aja ke aula bu, bilang aja ruang sidang pak Ponco,” tutur wanita berkerudung hitam kepada pewarta di pengadilan.

Dia tidak sendiri. Ia ditemani oleh dua orang wanita. Ibu berkerudung hitam yang tidak memberitahukan namanya itu mengaku bahwa ia masih keluarga dari terdakwa.

Terdakwa yang dimaksud adalah pada perkara penganiayaan. Perkara ini ditangani penyidik dari Ditpolairud Polda Lampung.

Jaksa bernama Ponco tak merasa meminta ibu tersebut untuk datang menemuinya. Singkatnya Ponco membantah kalimat yang disampaikan ibu-ibu tadi.

Ia memang mengakui, bahwa proses persidangan yang dimaksud ibu berkerudung hitam tadi berlangsung secara online. Ponco juga menegaskan bahwa ia sebagai jaksa mengikuti sidang itu secara online dan lokasinya berada di aula pada Kejati Lampung.

Ponco menegaskan bahwa ia memahami peranan insan kejaksaan yang menyebutkan bahwa seorang jaksa dilarang untuk melakukan pertemuan dengan siapapun, yang masih ada kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani.

Baca Juga:  Kejati Tetapkan 3 Tersangka Pengadaan Randis Lampung Timur

“Nggak ada. Nggak ada. Ngapain bertemu-bertemu. Kita netral aja kok. Orangnya [terdakwa] awalnya nggak ditahan, ini saya tahan kok,” ucap Ponco.

Klaim Ponco ini benar adanya. Seorang terdakwa pada kasus itu yang bernama Momon awalnya ditangguhkan penahanannya oleh penyidik Ditpolairud Polda Lampung.

“Sama Polairud kan nggak ditahan,” tuturnya.

Ponco menyebut sejumlah terdakwa yang ada pada perkara itu: Ahmad, Joko Santoso, Yudi, Maman.

“Hari ini putus. Tadi saya sidang di aula. Di ruangan kita di atas. Nggak ada cerita ketemuan,” ungkapnya.

Sebelumnya jaksa melakukan penuntutan kepada delapan orang terdakwa yang melakukan penganiayaan.

Kedelapan nelayan tersebut yakni Momon Santoso; Achmad Setiawan alias Mad; Joko Santoso; Ferry alias Metal; Yudi Sutrisno alias Buang; Maman alias KM; Niko Saputra; dan Ahmad Rizano.

Baca Juga:  Suharno Minta Sungai Bandar Lampung Dipagar

Berdasarkan putusan hakim: Momon, Niko Saputra dan Ahmad Rizano, awalnya dituntut 8 bulan penjara berujung pada vonis 5 bulan penjara.

Sementara Ahmad Setiawan; Joko Santoso; Ferry; Yudi Sutrisno; dan Maman awalnya dituntut 8 bulan penjara berujung pada vonis 6  bulan penjara.

Mereka adalah warga Kampung Teluk Jaya Kelurahan Panjang Selatan Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.

Idealnya, seorang jaksa tidak diperkenankan atau dilarang untuk bertemu dengan keluarga dari pihak yang berperkara.

Penegasan itu sesuai dengan Peraturan Jaksa Agung Nomor: PER-067/A/JA/07/2007 tentang kode perilaku jaksa.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top