Modus

Jaksa Disebut Kecipratan Fee Proyek Mesuji

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji Wawan Suhendra/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Wawan Suhendra, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, mengaku memberikan uang senilai Rp100 juta, kepada oknum jaksa di Kabupaten Tulangbawang, berpangkat  Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) di Kejaksaan Negeri (Kejari).

“Pemberian uang itu atas perintah Kadis, ke salah satu staf Dinas PUPR Mesuji bernama Masuri dalam dua kali tahapan. Pertama Rp200 juta dan kedia Rp300 juta,” ujar Wawan, saat dihadirkan bersama (konfrontir) Najmul Fikri, dalam sidang perkara suap fee proyek Kabupaten Mesuji, di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang, Kamis (9/5).

Penerimaan uang Rp200 juta itu, Wawan Suhendra mengaku mendapat bagian senilai Rp100 juta. Kemudian pada penerimaan uang Rp300 juta, dia sendiri tidak mendapat bagian. Hanya saja, uang itu dibagi menjadi tiga bagian. Rp150 juta untuk Najmul Fikri, Rp50 juta untuk seseorang dan Rp100 juta untuk Kasi Intel Kejari Tulang Bawang.

“Uang itu diperintah Pak Kadis untuk dipecah. Rp 100 juta untuk Kasi Intel Kejari Tulang Bawang, saya lupa namanya siapa. Tapi saat itu kata Pak Kadis, dia mau menemui Kasi Intel itu. Terus dia meminta saya untuk menyisakan Rp 50 juta yang saya tidak tahu diberikan ke siapa. Rp 150 juta untuk dia,” tuturnya.

Baca Juga:  Operasi Sikat Krakatau 2019, Kasus Curas Duduki Peringkat Pertama

Mendengar hal itu, Najmul Fikri membantah. Dia mengaku tidak pernah memberikan perintah untuk mengambil uang dari Masuri. Terlebih lagi uang itu diperuntukkan bagi dirinya sendiri.

“Tidak. Tidak ada seperti itu,” katanya.

Pengakuan-pengakuan di atas bermula dari pertanyaan jaksa pada KPK terkait adanya keterlibatan Wawan Suhendra atas pengambilan uang dari Masuri.

Terlebih lagi, persidangan kali ini digelar untuk mengkonfrontir keduanya. Karena, selama di persidangan setiap keterangan Wawan Suhendra kerap dibantah Najmul Fikri.

Khususnya, keterangan Wawan Suhendra atas adanya pertemuan dia, Bupati Mesuji non aktif Khamami dan Najmul Fikri ke rumah dinas dua mantan pejabat Polda Lampung, Irjen Pol Suntana dan Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol.

Wawan Suhendra saat dikonfirmasi mengaku tidak ingat siapa nama dari seorang jaksa berpangkat Kasi Intel Kejari Tulang Bawang itu.

Baca Juga:  Kebutuhan Logistik Pemilu Lampung Bertambah

“Udah-udah. Saya lagi tidak fokus. Udah ya,” ujarnya seraya mengangkat tangannya ke atas dan berlalu meninggalkan awak media.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan lima tersangka, yaitu Khamami (KHM), Taufik Hidayat (TH) yang merupakan adik Bupati Mesuji, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Wawan Suhendra (WS).

Selanjutnya, pemilik PT Jasa Promix Nusantara dan PT Secillia Putri Sibron Azis (SA) dan satu orang pihak swasta bernama Kardinal (KA).

Dalam perkara ini, Bupati Mesuji Khamami diduga menerima suap senilai total Rp1,58 miliar selaku “fee” proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek yang diminta Sibron Azis melalui Wawan Suhendra. Suap tersebut merupakan pembayaran “fee” atas 4 proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh 2 perusahaan milik Sibron yaitu pertama proyek yang bersumber dari APBD 2018 dikerjakan oleh PT Jasa Promix Nusantara (JPN) berupa pengadaan base dengan nilai kontrak senilai sekitar Rp9,2 miliar.

Baca Juga:  Marak Soal Pelaporan Wartawan ke Polisi, Jadi Bentuk Ancaman Kebebasan Pers

Kedua, tiga proyek yang bersumber dari APBD-Perubahan 2018 yaitu satu proyek dikerjakan PT JPN yaitu pengadaan bahan material ruas Brabasan-Mekarsari sebesar Rp3,75 miliar dan dua proyek dikerjakan PT Secilia Putri (SP) yaitu pengadan base Labuhan Mulya-Labuhan Baru-Labuhan Batin sebesar Rp1,48 miliar dan pengadan bahan material penambangan kanan-kiri (segitiga emas-muara tenang) senilai Rp1,23 miliar.

Pemberian suap diserahkan secara bertahap yaitu pada 28 Mei 2018 sebagai tanda tangan kontrak diterima pemberian sebesar Rp200 juta dan 6 Agustus 2018 diterima sebesar Rp100 juta serta pada 23 Januari 2019 diserahkan Rp1,28 miliar.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top