Daerah

Jaga Geliat Kesenian, DKP Helat Syawalan Seniman 5 Hari

Jaga Geliat Kesenian, DKP Helat Syawalan Seniman 5 Hari/TOP

Suluh.co – Dewan Kesenian Purworejo (DKP) menghelat sederetan event seni budaya bertajuk “Syawalan Seniman” selama 5 hari, Selasa-Sabtu (18-22/5).

Melibatkan 7 komite seni yang masuk dalam tubuh organisasi DKP, event kali ini menjadi upaya untuk menjaga geliat kesenian sekaligus mengajak para seniman untuk tetap produktif berkarya di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

Syawalan Seniman resmi dibuka dengan simbolis pemecahan kendhi oleh Ketua DKP, Angko Setiyarso Widodo, di halaman Sulthan Kopi & Eatrey Purworejo, Selasa (18/5) sore.

Disaksikan tamu undangan terbatas, prosesi pembukaan juga ditandai dengan aksi lukis oleh sejumlah tokoh, antara lain Asisten Administrasi dan Kesra Setda yang hadir mewakili Bupati Purworejo, Drs Pram Prasetyo Ahmad MM, Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Lukman Hakim SSos MSi, serta Kepala Dinparbud Purworejo Agung Wibowo AP.  Pagelaran tari berjudul “Potret Pertiwi” oleh Komite Seni Tari menjadi pertunjukan pertama yang mengisi Syawalan Seniman.

Ketua Penyelenggara Syawalan Seniman, Hantoro Wibowo, mengatakan bahwa menggelar kegiatan dalam suasana pandemi saat ini penuh tantangan. Namun, sejumlah upaya ditempuh, khususnya pemenuhan standar protokol kesehatan, demi terwujudnya kegiatan.

Baca Juga:  Petani Tubaba Rajin Berburu Tikus

“Berbagai hal sudah kami konsultasikan dengan pihak terkait, khususnya Satgas Covid-19 sehingga semoga semua aman,” katanya.

Disebutkan, beberapa event kesenian telah dirancang DKP sedemikian rupa di 3 lokasi. Sebagian secara virtual, sebagian lain secara langsung alias live.

Di Sulthan Kopi sedikitnya ada 4 event utama yang berlangsung hingga Jumat  (21/5). Pameran Lukisan bertajuk Purworejo Fine Art yang menampilkan puluhan lukisan karya 28 seniman Purworejo digelar pada Selasa (18/5) mulai pukul 16.35-malam dan Rabu-Jumat (21/5) mulai pukul 10.00 WIB-malam.

Pentas musik lintas genre digelar setiap malam hingga Jumat (21/5) mendatang. Pada Jumat malam juga akan ditampilkan Pentas Sastra Panggung.

Lokasi kedua, yakni Warung Bogowonto, akan diisi dengan Workshop Film pada Rabu (19/5). Kemudian untuk lokasi ketiga, yakni Pendopo Kutoarjo, akan diisi Pentas Kethoprak pada Jumat malam.

Baca Juga:  Gudang di Kelurahan Purworejo Terbakar

Sementara pada hari terakhir, Sabtu (22/5), akan dihelat 3 event sebagai penutup, yakni Pemutaran Film, Pentas Tari, dan Pagelaran Wayang Kulit.

“Semoga acara ini menjadi pembuka semangat para peserta acara untuk terus menghasilkan karya-karya yang luar biasa, serta melebarkan pintu rejeki bagi para seniman Purworejo di tengah kondisi pendemi. Dan  semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat Purworejo,” sebutnya.

Ketua DKP, Angko Setiyarso Widodo, mengungkapkan bahwa event kesenian rutin digelar DKP setiap tahun dengan tema dan kemasan berbeda-beda. Penyelenggaraan tahun ini disesuaikan dengan momentum lebaran dan pandemi Covid-19.

“Tahun ini tahun yang luar biasa. Saya mengapresiasi kepada seluruh pengurus dan komite yang sudah kersa (bersedia) bareng-bareng nyengkuyung (bersama-sama) terselenggaranya acara ini,” ungkapnya.

Menurutnya, alokasi dana ABPD untuk DKP terus mengalami penurunan. Namun, hal itu tidak menyurutkan DKP untuk terus berkiprah karena memang tujuan organisasi DKP bukan semata untuk mencari APBD. Kondisi tersebut justru diharapkan mampu menjadi pelecut untuk mandiri.

Baca Juga:  Agus Budi : Aksi Panggung Rakyat dari Mahasiswa Bentuk Demokrasi

“Saya juga mengajak teman-teman seniman untuk bisa mandiri dan berdikari. Banyak seniman asal Purworejo yang bisa sukses di luar daerah, salah satunya pelukis Hanafi,” tandasnya.

Sementara itu, Drs Pram Prasetya Achmad memberikan apresiasi atas terselenggaranya Syawalan Seniman. Pasalnya, selama pandemi ini nilai-nilai kemanusiaan yang tergerus akibat berbagai keterbatasan. Nilai-nilai itu dapat kembali dibangun melalui kesenian.

“Syawalan Seniman ini luar biasa, di masa pandemi ini seniman Purworejo tetap bisa menunjukkan eksistensinya. Bahkan selama lima hari ke depan bisa menampilkan berbagai seni budaya,” terangnya.

 

Reporter : Mahestya/Top

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top