Iklan
Modus

IPW Minta Pemerintah dan Kepolisian Berantas Situs Judi Online

Judi online/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Indonesia Police Watch (IPW), menyayangkan sikap pemerintah dan polri yang masih membiarkan situs judi online beroperasi  bebas di Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebab, situs judi online dengan sistim transfer seperti bola, togel, jackpot, rolet, bakarat makin marak menjelang penyelenggaraan pemilu dan pilpres 2019 mendatang.

“Apakah makin maraknya judi online ini ada kaitannya dengan Pemilu dan Pilpres 2019.Artinya ada pihak pihak tertentu yang memanfaatkan judi online untuk menyedot dana segar dari perjudian itu untuk kepentingan politik dan membiayai kegiatan politiknya,”kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane, Senin (17/9).

Pertanyaan ini patut dilontarkan mengingat perputaran uang di perjudian cukup menggiurkan. Oleh sebab itu, ia menduga para bandar judi berani membayar setoran tinggi agar dibiarkan beroperasi dengan aman.

Baca Juga:  Jamal Resmi Tersangka OTT, Kejati Lampung Tunda Penahanan

“Untuk menghindari berbagai spekulasi ini, pemerintah dan Polri perlu menjelaskan, kenapa judi online dibiarkan marak dan tidak diberangus serta diblokir,” ucapnya.

“Lalu kenapa pemerintah dan Polri bisa memberangus dan memblokir semua situs situs porno dan situs terorisme, tapi kenapa tidak berdaya dalam menghadapi maraknya situs dan perjudian online, yang nyata nyata melanggar Pasal 303 KUHP dan UU ITE,” jelasnya lagi.

Kata dia, pemerintah dan polri seolah tidak ada upaya serius untuk memberangus dan menutup perjudian online tersebut, baik  menangkap bandar dan pemainnya.

Padahal, polri memiliki unit patroli cyber untuk menciduk semua orang yang melakukan penyalahgunaan digital online.

“Ketangguhan patroli cyber kepolisian sudah dibuktikan lewat berbagai penangkapan terhadap orang-orang yang menyebar kabar hox atau melakukan persekusi digital. Tetapi anehnya patroli cyber kepolisian tak berdaya saat menghadapi bandar judi online,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan Total Cuti Lebaran Menjadi 10 Hari

Ia berharap polri segera mengerahkan patroli cybernya untuk memburu para bandar judi online.

“kita juga berharap kementerian Informasi dan komunikasi segera menutup semua judi online di negeri ini,” pungkasnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top