Iklan
Daerah

Inspektorat Pesawaran Panggil Kades Cipadang Atas Dugaan Pemalsuan

Inspektorat Pesawaran/Ist

PESAWARAN – Inspektorat Kabupaten Pesawaran segera memanggil Kepala Desa (Kades) Cipadang Sunarmin, terkait dugaan keterlibatan dirinya dalam pembuatan surat jual beli tanah, palsu milik warganya sendiri.

Sekertaris Inspektorat Kabupaten Pesawaran, menjelaskan, pihaknya akan segera merapatkan permasalahan ini, dan akan menjadwalkan pemanggilan terhadap Kades Cipadang.

“Ya nanti kita rapatkan dulu kapan waktunya, soalnya kan banyak juga pengaduan yang masuk ke kami, dan kami juga sedang mempelajari dulu bisa di prioritaskan apa tidak kasus ini,”ujar Aseva, Selasa (27/2).

Dirinya juga mengatakan, surat pengaduan yang dibuat oleh Darkum selaku korban sudah memenuhi syarat, dan telah ditanggapi oleh pihak Inspektorat.

“Semua persyaratan sudah lengkap, dan surat nya juga sudah bisa kita jadikan dasar untuk turun ke bawah,” ungkapnya.

“Ya kami akan sesegera mungkin untuk memanggil Kades Cipadang (Sunarmin), untuk mendengarkan penjelasan dia,” timpalnya.

Baca Juga:  Disnakertrans Lampung Sampaikan Bantuan untuk Korban Tsunami di Kalianda dan Pesawaran

Diberitakan sebelumnya Kepala Desa (Kades) Cipadang Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Sunarmin diduga terlibat pemalsuan surat jual beli tanah  milik warganya sendiri.

Darkum (65) warga Dusun Sumber Sari Desa Cipadang mengaku kecolongan dengan ulah menantunya Sutarto yang tanpa sepengetahuannya telah membuat surat beli palsu untuk dasar pembuatan surat sporadik yang digunakan Sutarto untuk agunan di sebuah Bank.

Hal tersebut di ketahuinya setelah pihak Bank datang kerumahnya untuk menyita rumah dan kebun miliknya sambil menunjukkan surat Sporadik dan sertifikat atas nama Sutarto.

“Saya tidak tahu tiba tiba pihak Bank datang mau menyita rumah dan kebun saya katanya mau di jual,” ujar Darkum, Senin (5/2) lalu.

Menurut Darkum, dirinya merasa tidak pernah menjual sebidang tanah seluas 9.345 meter di RT/RW 01/04 Dusun Sumber Sari kepada Sutarto yang tak lain adalah menantunya sendiri. Bahkan dirinya merasa tidak memiliki tanah di dusun yang tertera di surat tersebut karena kebun miliknya berada di RT 04 bukan RT 01.

Baca Juga:  Kepala Desa di Pesawaran Wajib Buat Laporan LPPDes

Hal tersebut juga di benarkan oleh Slamet anak kandung Darkum, dirinya menjelaskan selama ini dirinya selaku ahli waris mengaku tidak pernah menanda tangani surat jual beli antara orang tuanya dengan Sutarto, bahkan menurutnya surat asli rumah dan tanah tersebut masih disimpan orang tuanya.

“Bahkan saksi saksi yang tercantum di surat jual beli sudah membuat pernyataan di atas materai bahwa mereka tidak pernah menanda tangani surat tersebut, dan Sutarto juga lewat WA sudah mengaku kalau memang semua di palsukan, yang asli cuma tanda tangan Kades Narmin,” jelasnya.

Saat hendak konfirmasi Kepala Desa Cipadang Sunarmin tidak ada di tempat, begitu juga saat di hubungi nomor ponselnya ternyata tidak aktif.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top