Panggung

Insiden di Sekretariat BPKAD Tubaba Harus Dilihat Secara Utuh

Satriansyah, Mahasiswa Fakultas Hukum Unila/LS

BANDAR LAMPUNG – Sekretaris BKPAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Pemda Kabupaten Tulangbawang Barat (Tiba) berinisial AS, diduga melakukan penganiayaan kepada salah satu oknum wartawan inisial Y pada Selasa (17/9), di sekretariat BPKAD Pemda Tubaba.

Dugaan penganiayaan itu diawali dengan permintaan uang sejumlah Rp50 juta, karena alasan adanya pungli di sekretariat BPKAD.

Maka jika tidak diberikan sejumlah uang tersebut oknum wartawan tersebut akan menurunkan rilis berita terkait pungli di lingkungan Pemda Tubaba.

Melihat permasalahan tersebut, Satriansyah, Mahasiswa Fakultas Hukum Unila, menanggapi bahwa permasalahan yang terjadi terkait sekretaris BPKAD dan wartawan, pada sisi lain dugaan melakukan penganiayaan merupakan hal yang tidak dibenarkan.

Baca Juga:  Penyair dan Musisi Lampung Bakal Tampil di Batam

“Persoalan ini harus dilihat utuh dengan segala peristiwa yang mendukungnya,” kata Satria, Kamis (19/9).

Tambah Satria, wartawan juga punya kode etik jurnalistik jelas. Dalam pasal 6, Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap, penafsiran yang dapat dibaca ialah menyalahgunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum.

Rangkaian peristiwa itu mengakibatkan dugaan penganiayaan wartawan yang sebelum itu memeras sekretaris BPKAD sebesar Rp50 juta.

“Seharusnya diselesaikan dengan cara kekeluargaan karena hukum pidana merupakan ultimum remidium yakni sarana atau upaya terakhir,” tandasnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top