Teknologi

Inovasi Gubernur Untuk Masyarakat dan Kesejahteraan Petani

Ist

BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo, secara berkelanjutan terus memanfaatkan teknologi tepat guna, Pompa Air Tanpa Mesin (PATM), hingga menjangkau seluruh kabupaten/kota, untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat khususnya dalam bidang pertanian.

Mewakili Gubernur Ridho, Kepala Dinas Pengairan dan Kawasan Permukiman Pengelolaan Sumber Daya Air Lampung, Edarwan, mengatakan saat ini pihaknya tengah mengujicobakan dua alat PATM di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Kecamatan Jepara dan Labuhan Ratu.

Menurut Edarwan, Lampung Timur menjadi salah satu daerah yang tidak tersentuh oleh irigasi. Maka Gubernur Ridho bertindak cepat dengan memanfaatkan air permukaan melalui teknologi PATM tersebut.

“Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan uji coba. Alhamdulillah, airnya sudah bisa naik. Insya Allah Gubernur Ridho dalam akhir bulan ini akan langsung menginformasikan kepada masyarakat setempat,” jelas Edarwan, Kamis (18/1).

Baca Juga:  Pembangunan Ruas Jalan Pringsewu - Pardasuka Sudah 90%

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Provinsi Lampung menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang memanfaatkan air permukaan dengan teknologi PATM, yang sebelumnya hanya diuji coba di daerah Gunung Kidul, Jawa Tengah.

“Di Lampung ini banyak sungai-sungai kecil, namun airnya tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Dengan teknologi PATM ini, dalam radius 1 kilometer bisa terjangkau, hingga bidang hortikultura bisa hidup dan berkembang,” tukasnya.

Kepedulian Gubernur Ridho, khususnya untuk para petani, diharapkan ke depannya hasil pertanian juga ikut meningkat dengan tanaman hortikultura.

“Jadi tidak terpaku dengan tanaman keras saja, sehingga menambah hasil dari petani itu sendiri,” ujar Edarwan.

Selain Kabupaten Lampung Timur, teknologi tepat guna PATM juga sudah dan akan berjalan di Kota Bandar Lampung (air bersih_red), Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Utara.

Baca Juga:  Yuk Cobain Video Call 4 Orang di WhatsApp

Untuk di Kabupaten Tulangbawang Barat, akan dilanjutkan kembali pada tahun 2019 mendatang, dikarenakan faktor cuaca yang dulu merendam sebagian mesin PATM.

Untuk diketahui, penerapan teknologi PATM ini untuk mendorong pencapaian target produksi padi di Provinsi Lampung.

Selain daripada itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lampung, hingga saat ini terus melakukan uji publik untuk menentukan Detailed Engineering Design (DED), guna menghitung besaran debit air ketika musim hujan dan musim kemarau. Pasalnya, teknologi PATM ini tidak menggunakan mesin, sesuai namanya.

Penggunaan pompa ini pun, bisa menghemat pengeluaran untuk mengairi sawah karena tanpa Bahan Bakar Minyak (BBM). Teknologi PATM beroperasi dengan cara menggunakan debit air sungai dan sumber mata air yang mengalir di sekitar lahan pertanian.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top