Daerah

Injak Al Quran, Polisi Sebut Pelaku Cari Sensasi

Kanan-Ario Febriansyah (28), tersangka penodaan agama/Net

PALEMBANG – Aksi Ario Febriansyah (28) menginjak dan mencorat-coret Al quran viral di media sosial (medsos). Banyak netizen yang mengecam hingga akhirnya dia ditangkap polisi. Saat diperiksa dia mengaku hanya cari sensasi. Seperti apa kisahnya?

Ario bikin geger pada pertengahan Juni ini karena memposting foto dirinya sedang menginjak-injak dan mencorat-coret Alquran. Postingannya itu pun langsung viral dan diprotes keras oleh netizen.

Polisi pun bergerak merespons keresahan masyarakat. Ario tak berkutik saat ditangkap polisi di kediamannya di Desa Srijaya Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

“Pemeriksaan sementara, dia mengakui itu, dia posting sendiri,” kata Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro, kemarin.

Baca Juga:  Apresiasi Pendidikan, PT AHM Gelar Sarasehan Kurikulum Teknik Dan Bisnis

Meski telah mendapat pengakuan dari Ario, polisi terus mendalami apa motif Ario mengunggah foto dirinya menginjak Al Quran itu.

Tidak lama berselang, polisi menetapkan Ario sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Polisi juga melakukan tes urine terhadap Ario untuk mengetahui apakah dirinya terpengaruh narkoba atau minuman keras saat melakukan aksinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, menurut Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Wahyu motif Ario menginjak Al Quran hanyalah cari sensasi. Hasil tes urine-nya juga dinyatakan negatif.

“Motifnya sejauh ini cari sensasi aja, tapi masih terus kita dalami. Meskipun tidak ada keterlibatan orang lain, tetapi untuk tersangka sudah dilanjutkan tes urine dan hasilnya negatif,” kata AKP Wahyu.

Baca Juga:  CCAI Gelar City Clean Up di Taman Nasional Way Kambas

Ario kini ditahan polisi. Atas perbuatannya, dia dijerat Pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2008 atau Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama.(DEt/LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top