Iklan
Nasional

Ini Kegiatan Presiden Jokowi Di Dharmasraya

Foto : Intan/Biro Pers Setpres

Dharmasraya – Setibanya di Kabupaten Dharmasraya, Presiden Joko Widodo langsung meninjau Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (7/2).

Di lokasi tersebut, Presiden Joko Widodo melihat langsung program padat karya tunai yang membangun saluran tersier sepanjang 654 meter. Program tersebut memakan biaya sebesar Rp. 225 juta dan jumlah pekerja sebanyak 110 orang dengan waktu pengerjaan selama 90 hari.

Selain pembangunan irigasi, presiden jokowi juga meninjau program padat karya tunai membangun jalan produksi sepanjang 1,5 kilometer dengan biaya Rp 600 juta yang melibatkan 50 pekerja dengan waktu pengerjaan selama 2 bulan.

Padat karya tunai lainnya adalah perbaikan rumah tidak layak huni melalui skema Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS) sebanyak 32 rumah dengan masing-masing besarnya anggaran adalah Rp15 juta.

Baca Juga:  Ini Tips Ahli Pangan Biar Tak Tertular Cacing Ikan Laut

Presiden didampingi Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Imam Santoso dan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan sempat berbincang-bincang dengan para pekerja dan juga melihat hasil pekerjaan mereka.

Setelah meninjau Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Presiden Joko Widodo menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bansos Pangan Rastra di Lapangan Bola Koto Agung, Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden membagikan 3.000 kartu Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam satu tahun pemegang kartu PKH mendapatkan Rp1,89 juta. Dana tersebut dapat diambil sebanyak empat kali melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah.

Baca Juga:  Indonesia Negara Terindah ke-6, Begini Tanggapan Presiden Jokowi

“PKH itu dananya diperuntukkan pemenuhan gizi anak untuk membeli telur, ikan. Beli seragam juga boleh,” ucap Presiden.

Namun Presiden mengingatkan agar bantuan PKH tersebut jangan digunakan untuk membeli rokok.

“Tidak boleh, tapi suami diberitahu. Pak, dana PKH ini untuk gizi anak, sekolah anak. Tidak boleh buat membeli rokok,” tukuknya lagi.

Adapun Kartu Indonesia Pintar (KIP) diserahkan kepada 1.247 siswa, terdiri dari 374 siswa SD, 374 siswa SMP, 187 siswa SMA, 187 siswa SMK dan 125 peserta program kesetaraan.

Bantuan yang diberikan dalam KIP untuk siswa SD sebesar Rp450 ribu, siswa SMP Rp750 ribu, dan siswa SMA/SMK serta kesetaraan Rp1 juta untuk jangka waktu satu tahun.

Baca Juga:  Jokowi Nonton Wayang Bareng Ribuan Warga Purworejo

“Dana yang ada disini digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, beli buku, tas, sepatu. Untuk beli pulsa boleh? Tidak boleh,” tutur Presiden.

Tampak hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Idrus Marham, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top