Daerah

Indonesia Tengah Berderap Keluar dari “Middle Income Trap”

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi Menhub Budi Karya Sumadi (keenam dan ketujuh dari kanan), saat kunjungan kerja di Sumatera Utara, Sabtu (2/3/2019). Foto: Kemenko Kemaritiman RI

MEDAN – Beragam program percepatan pembangunan terukur, diseriusi proses eksekusinya oleh pemerintah demi pencapaian target optimis pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk infrastruktur. Kemaritiman, salah satunya.

Menko Bidang Kemaritiman Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), berbicara pada dialog bertajuk “Forum The Next Generation Entrepreneurs” di Politeknik Wilmar, Medan, Sumatera Utara, sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Sabtu (2/3/2019), kemarin, memaparkan progres kondisi perekonomian Indonesia serta perkembangan pembangunan infrastruktur kemaritiman terkini.

“Kita ini ditakdirkan untuk menjadi negara kepulauan terbesar di dunia. Kalau kita lihat di utara ini ada Samudera Pasifik, di selatan ini ada Samudera Hindia. Jadi kita harus bisa memanfaatkan kelebihan kita. Kita punya tiga ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang bertahun-tahun tidak diurus,” papar Menko Luhut.

Baca Juga:  Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Hadiri Gerakan Sadar Wisata di Pantai Kunjir

“Orang lewat di tempat kita, tidak bisa kita awasi. Orang ambil aja ikan di sini, sekarang kami membuat program integrated fishing industry di daerah Natuna ini. Bekerja sama dengan AL (TNI AL), Bakamla, KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan),” papar ia lagi, menjelaskan pentingnya hal itu agar tak ada yang mengklaim traditional fishing ground di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

“Saat ini pemerintah sedang mengintegrasikan, mengharmonisasi berbagai peraturan demi efisiensi,” LBP menjawab pertanyaan seorang pelajar tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia, mengungkapkan optimisme 2024 mendatang, GDP Indonesia bisa berada di kisaran USD 2 triliun dengan pertumbuhan ekonomi 7 persen.

“Tahun 2024 mungkin bisa mencapai 8-9 persen. Tadi ada pertanyaan kapan negara kita bisa disebut negara maju, kalau kita bisa maintain itu selama 10 hingga 20 tahun. Saat itulah kita akan keluar dari apa yang disebut sebagai “middle income trap”, optimisme LBP menjawab peserta.

Baca Juga:  Ketua Komisi III DPR Kahar Muzakir Diduga Korupsi, KPK Akan Kembali Disandera

“Kalau kita sudah keluar dari middle income trap, tinggal satu langkah lagi kita akan jadi negara maju,” tegas LBP, seperti tertuang dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Minggu (3/3/2019).

Peraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Militer Nasional (Akabri bagian darat) pada 1970 itu menjelaskan, Indonesia masih butuh mungkin 20 hingga 30 tahun lagi mencapai itu.

Badan-badan ekonomi dunia seperti Bank Dunia, IMF, WEF, dan lain-lain mengatakan Indonesia akan masuk ke empat besar ekonomi dunia pada tahun 2030 atau 2045.

“Itu zaman kalian semua. Mereka bilang karena Indonesia ini punya semua, tapi mereka bilang dengan satu kondisi Indonesia harus stabil,” ujar Luhut, pembina Alpha, Bravo 5, dan Cakra 19, jejaring relawan capres pejawat, Presiden Joko Widodo itu, di akhir keterangannya. (red/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top