Modus

Indikasi Korupsi Rp 600 Miliar Di Lampura, KPK Lakukan Pendalaman

Ist

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami mengenai laporan adanya dugaan korupsi sekitar Rp600 miliar di Kabupaten Lampung Utara yang dilaporkan oleh masyarakat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan setiap laporan yang masuk dari masyarakat, nantinya akan ditelaah terlebih dahulu apakah memang memenuhi tindak pidana korupsi atau tidak.

“Itu sama seperti semua laporan yang masuk,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018).

Direktur LBH Awalindo, Samsi Eka Putra, sebagai perwakilan masyarakat Lampung Utara sebelumnya menjelaskan bahwa dugaan itu berasal dari pelaksanaan proyek, anggaran BPJS Kesehatan, sertifikasi para guru, dan honor pegawai di lingkungan Kabupaten Lampung Utara.

Baca Juga:  Remaja Ini Terancam Hukuman Mati Atau Seumur Hidup

“Kalau kami akumulasikan bisa sampai Rp600 miliar,” ujar Samsi saat memberikan laporan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2018).

Dalam hal ini, Samsi menyebut, telah melaporkan dugaan tersebut ke pihak Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK dengan menyerahkan sejumlah dokumen. Berkas tersebut, kata dia dapat dijadikan bukti permulaan lembaga antirasuah untuk mengusut adanya dugaan korupsi di Lampung Utara.

“Laporan KPK itu sendiri sudah kami kemas dalam satu bundel besar. Kami siapkan bukti permulaan, di antaranya kontrak perencanaan Rp118 miliar, BPJS Rp19 miliar, ini yang kami pertanyakan,” katanya.

Terkait pelaporan dan penyerahan dokumen, Samsi memberitahukan bahwa pihak KPK langsung merespon hal tersebut. Dia menyatakan laporan tersebut akan diproses paling lambat dalam 30 hari kerja. Samsi berharap dokuman yang diserahkan bisa menjadi bukti tambahan dari laporan sebelumnya.

Baca Juga:  Pencurian Sepeda Motor Masih Marak di Wilayah Lampung Selatan

Samsi menekankan, laporan yang di buat ke KPK bukan untuk menyudutkan pihak manapun. Dia mengaku hanya ingin menyampaikan kondisi yang sebenarnya tentang keuangan di Kabupaten Lampung Utara.

“Penyebabnya apa mari sama-sama kita selidik, siapa pelakunya sama-sama kita selidiki,” tutup dia.(Net)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top