Iklan
Panggung

In Memoriam Novan Saliwa

Novan Saliwa. DOKPRI

Oleh Udo Z Karzi

 

SAYA tersentak. Benar-benar kaget mendapati kabarmu, Novan Saliwa, telah kembali keharibaan Ilahi. Innalillahi wainna ilahi rajiun. Seniman tari bernama lengkap Novan Adi Putra meninggal dunia di RSUDAM Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Sabtu, 26 Januari 2019 pukul 04.30 setelah dirawat karena sakit kelenjar limfoid (getah bening).

Hari ini juga, pria kelahiran Liwa, 29 November 1988 ini diberangkatkan ke tempat peristahatan terakhir di kota kelahirannya. Kita sang pekon (sekampung), di Negarabatin Liwa (sekarang: Kelurahan Pasar Liwa), Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat.

Ingat omonganmu, saya ketawa sendiri. ”Neram, se-Negarabatin Liwa, pusikop-sikop ulehni risok imul di Way Saetiwang. (Kita, orang Negarabatin Liwa ganteng-ganteng karena sering mandi di Way Setiwang),” katamu sekali waktu.

Hehee… Benar atau tidaknya, wallahu a’lam.

Terakhir, Novan adalah pelatih tari di Diklat Seni Tari Anjungan Lampung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Di sela-sela itu, ia sempatkan menulis artikel seni-budaya Lampung di berbagai media, dari blog hingga koran, termasuk mengirim rilis berita seni ke berbagai media.

Hampir tak pernah bertemu di dunia nyata, meskipun kita sang pekon, kita sering berdiskusi banyak hal tentang adat-istiadat, seni-budaya, bahasa, sastra, dan tulis menulis.

Engkau sungguh gigih bertanya dan belajar. Hasilnya, beberapa tulisan yang — karena saya kebetulan saya dipercaya menjadi Redaktur Opini dan Budaya Lampung Post dan kemudian Fajar Sumatera — saya muat di kedua media itu.

Terakhir, saya tahu engkau sedang belajar menulis cerita pendek. Sebuah cerpen berjudul “Ginjor Semayam Ratu Pesagi” dikirim ke email saya tertanggal 15 Maret 2018. Sayang, koran tempat saya bekerja tak memiliki halaman sastra lagi.

(Izin kepada keluarga Novan Saliwa, tulisan-tulisannya yang tersebar di beberapa media dan yang dikirimkannya kepada saya, akan saya himpun dalam sebuah buku. Tabik.)

Baca Juga:  Kimberlines, Band Indie Rock asal Purworejo Gebrak Dunia Musik

Ya, Allah, maafkan saya. Ternyata, saya masih punya utang denganmu. Bukan utang materi. Ceritanya, suatu kali saat di bulan November 2015, engkau singgah di Bandar Lampung. Kita berjanji bertemu di Universitas Lampung (Unila). Dari kampus ini, saya mengajakmu ke redaksi Fajar Sumatera di bilangan Kampungbaru, tidak jauh dari Kampus hijau.

Kepadamu saya berikan beberapa buku saya. “Nerima nihan. Inji buku pengahutni Udo (Terima kasih. Ini buku tanda sayang dari Udo),” katamu.

Saya pun senang mendapat apresiasi darimu.

Saat itu, saya meminta seorang reporter mewawancaraimu. “Untuk dimuat di rubrik Kiprah,” kata saya. Namun, entah mengapa, tulisan profilmu tak jadi dan karena itu tak dimuat di koran.

Waduh, janji adalah utang. Maafkan saya, saya segera rampungkan profilmu.

Engkau masih sangat muda, Novan. Kami masih penuh harap padamu. Selamat jalan. Semoga Allah memuliakanmu di keabadian, khusnul khotiman sebagai seniman kebanggaan kami. Amiin.

 

Ini data kegiatan berkesenian Novan Saliwa:

Bersama Sanggar Setiwang:

– Festival Danau Ranau yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten OKU Selatan tahun 2005

– Peserta Festival Tari Kreasi – Festival Krakatau tahun 2005 s/d 2010

– Festival Sriwijaya di Palembang Sumatra Selatan.

– Event HUT TMII Jakarta Tahun 2004 – 2006

– Promosi Budaya Provinsi Lampung di Tujungan Plaza Surabaya tahun 2005.

– Penari pada acara pertemuan Gubernur Se-Indonesia di Bandung tahun 2005

– Peserta Pawai Budaya Nusantara 2007 Perwakilan Provinsi Lampung di Depan Istana Merdeka Jakarta

– Parade Tari Nusantara di TMII -Jakarta 2010

 

Kegiatan Seni di Jogja :

Baca Juga:  Forum Masyarakat Sunda Ngumbara Dukung Lampung Ibu Kota Negara

– Pengarah Tari sekaligus Penari ” Sanak Petuah ” dalam Tugas Akhir Mahasiswa tari UNY 2008.

– Pengarah Tari sekaligus Penari ” Kepaksian Sekala Brak” dalam Tugas Akhir Mahasiswa tari UNY 2009.

– Pengarah Tari sekaligus Penari ” Batu Belah Batu Betangkup ” dalam Tugas Akhir Mahasiswa tari UNY 2010.

– Penata Tari Terbaik dan Juara 1 . Tari ” Payan Duakha” – Lomba tari se Provinsi Lampung, Festival Krakatau 2010.

– Pengarah Tari sekaligus Penari ” Sansayan Sekeghumong” dalam Tugas Akhir Mahasiswa tari UNY 2011, Juara 1 kategori penampil terbaik dan penata tari terbaik dalam event International Etnic Cultur Festival di Yogyakarta 2011.

– Penari Tari Tupping Pesisir, Tugas Akhir Sarjana Muda Jurusan Seni Tari, ISI yogyakarta 2012. dan ditampilkan kembali di Pekan budaya tionghoa di Yogyakarta mewakili daerah Lampung.

 

Kegiatan Keorganisasian:

– Wakil Ketua ROHIS SMAN 1 Liwa .

– Koordinator Divisi Sesbid 4 ( Kepribadian dan budipekerti luhur ) OSIS SMAN 1 Liwa

– Koordinator seni Budaya IKPM Lambar Jogja 2007 -2008.

– Koordinator LITBANG IKPM Lambar Jogja 2009 -2010.

– Sekretaris Asrama Mhasiswa Lampung 2007-2008

– DPO Himpunan Pelajar Masiswa Lampung (HIPMALA) Yogyakarta.

 

Penghargaan:

– Juara 1 lomba tari melinting tingkat SMA se-Lampung tahun 2005 di Taman Budaya Provinsi Lampung

– 5 Penampil terbaik Perwakilan Lampung bersama provinsi Bali, Aceh, Kalimantan, Riau pada event Gelar Budaya Etnis Nusantara di Yogyakarta Tahun 2008

– Penata Tari Terbaik Festival Krakatau 2010.

– Juara 1 kategori penampil terbaik dan penata tari terbaik dalam event International Etnic Cultur Festival di Yogyakarta 2011.

– Anugerah Adat Kreativitas dari Sultan Edward Syah Pernong : Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke 23 pada 12 Mei 2012.

Baca Juga:  Lalang Waya Market kedua Dimeriahkan 48 Tenant

 

Karya Tari (Koreografer) :

– Tari Dayang dan Ujang ditampilkan acara perpisahan SMPN 1 Liwa tahun 2003

– Tari ”Demon Saka” Juara 1 pada event Festival Teluk Stabas di Lampung Barat tahun 2006

– Tari ” Pesta Sekura ” , Penampil Terbaik Gelar Budaya – Etnis Nusantara di Yogyakarta Tahun 2008

– Tari ”Pekan Liwa” Juara 1 pada event festival Teluk Stabas di Lampung Barat tahun 2009.

– Tari persembahan ”Pahar Agung”, disuguhkan didepan Wakil Gubernur Lampung dalam Acara Pelantikan Hipmala 2010, ditampilkan kembali pada Ultah Kota JOgja di benteng Vredeburg didepan Walikota jogja, dan Festival Seni dan Budaya Pascasarjana UGM 2011.

– Tari ” Payan Duakha” Juara 1 Lomba tari se Provinsi Lampung, Festival Krakatau 2010.

– Tari ” Sekura Waya” tampil dalam Sepatu Menari di Institut Seni Indonesia Yogyakarta 2010 dan Acara Budaya Tiong Hoa Jogja 2010.

– Tari ” TETUHA LEMAWONG ” dalam Festival Malioboro Provinsi DI Yogyakarta 2012.

– SENDRATARI SEKALA BRAK di CONCERT HALL Taman Budaya Provinsi DI Yogyakarta 2013.

– Tari ” Zapin Kecambai ” juara 1 Lomba Tari Melayu di Jogjakarta 2013 dan ditampilkan kembali acara silaturahmi Gubernur Lampung dengan Masyarakat Lampung Pulau Jawa di TMII Jakarta, September 2014.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top