Daerah

Imbas Pelebaran Jalan, Warga Desa di Pesawaran Minta Nilainya Tidak Merugikan

Musyawarah kesepakatan uji publik pembangunan perluasan Jalan Simpang Tiga, Tugu Pengantin – Pampangan, di aula Desa Sukadadi, Gedongtataan/MH

GEDONGTATAAN – Masyarakat pemilik lahan yang terkena dampak dari rencana pembangunan pelebaran jalan, mulai dari Tugu Pengantin, Desa Gedongtataan, hingga Desa Pampangan, ikhlas. Asalkan hasil penilaian harga yang di tetapkan oleh tim apraisal tidak merugikan masyarakat.

Diketahui, pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman pada tahun ini berencana melakukan penataan wajah ibu kota dengan melakukan pelebaran jalan seluas 3 meter. Baik jalur kanan dan kiri yang diperkirakan bakal melewati sekitar 500 bidang tanah berikut bangunan milik warga dengan jumlah anggaran yang telah di siapkan sebesar kurang lebih Rp6 milyar dari APBD Kabupaten Pesawaran tahun 2018.

“Itu (anggaran) baru tahap pertama, kalau memang ternyata tidak cukup, maka akan dianggarkan kembali pada tahun berikutnya. Tapi yang terpenting saat ini masyarakat telah menyetujui dan tidak keberatan dengan mengizinkan sebagian tanah atau lahan berikut segala sesuatu yang ada di atas dan di bawahnya untuk ditetapkan sebagai rencana lokasi pembangunan perluasan jalan dua jalur tugu pengantin pampangan,” kata Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Kabupaten Pesawaran, H. Alkholid, SH, usai menggelar musyawarah kesepakatan uji publik pembangunan perluasan Jalan Simpang Tiga, Tugu Pengantin – Pampangan, di aula Desa Sukadadi, Gedongtataan.

Baca Juga:  Relawan Peduli Bangun Jembatan Gantung Sederhana Untuk Masyarakat Way Umbar

Selain menyetujui rencana tersebut, lanjutnya, masyarakat pemilik lahan yang terkena dampak pelebaran di Desa Gedongtataan, Sukadadi, Waylayap dan Pampangan, juga telah menandatangani untuk tidak merubah, menambah bentuk, jumlah dan ukuran lahan, bangunan atau tanam tumbuh yang ada di atasnya dan di bawahnya setelah di tetapkan sebagai lokasi pembangunan perluasan Jalan Simpang Tiga Tugu Pengantin – Pampangan.

Lanjut Alkholid, masyarakat juga sepakat menunjuk Jasa Penilai Independen (apraisal) untuk menilai besaran ganti kerugian wajar yang di tetapkan oleh panitia pelaksana pengadaan tanah. Hal itu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan musyawarah kesepakatan harga tanah yang di sesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran.

Baca Juga:  Gernas Baku Tekankan Minat Baca Untuk Anak Usia Dini

Setelah melakukan uji publik, sambungnya, tahapan selanjutnya yakni penetapan lokasi, kemudian pembentukan tim pengadaan tanah, pengukuran lahan, penilaian oleh apraisal, kemudian penyampaian nilai besaran ganti kerugian. Terakhir proses pelepasan hak dan pembayaran ganti kerugian.

“Mudah-mudahan rencana perluasan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan harapan masyarakat demi kemajuan Kabupaten Pesawaran,” tandasnya.

Sementara itu, kegiatan uji publik yang turut dihadiri oleh Camat Gedongtataan M. Iqbal, Kepala Desa Sukadadi M. Taufik, dan Kepala Desa Gedong Tataan Hamsinar SM, bahwa sebagai aparatur pemerintah desa setempat sangat mendukung rencana perluasan jalan yang telah ditetapkan sebagai program pemerintah tersebut.

Namun, pihaknya berharap agar nantinya hasil penilaian harga yang dikeluarkan oleh apraisal tidak memberatkan warga.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top