Politik

Iklan Diboikot, KPU Lampung Akui Sudah Sesuai Prosedur

Komisioner KPU Lampung, Solihin/Ist

BANDARLAMPUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung, berharap Persatuan Pengusaha Periklanan Indonesia (P3I) dan Asosiasi Pengusaha Reklame (APR) untuk tidak melakukan pemboikotan.

Karena dengan melakukan pemboikotan pemasangan iklan tidak akan menyelesaikan masalah.

“Jangan boikot-boikotlah. Itu tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Komisioner KPU Lampung Solihin, Senin (26/2).

Dalam melakukan lelang elektronik, ia mengaku bahwa pihaknya telah sesuai dengan prosedur, sehingga tidak ada permasalahan.

Kemudian, jika P3I-APR ingin mengikuti pelelangan itu harus menggunakan perusahaan, bukan asosiasi.

“Saya kira semua berkesempatan untuk memenangkan tender. Kalau memang mau ikut lelang juga bisa, tapi harus menggunakan perusahaan, bukan asosiasinya,” jelasnya.

Selain itu, dalam pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, KPU Lampung juga tidak mempunyai anggaran untuk penyewaan.

Baca Juga:  Tokoh Senior Pemuda Pancasila Lampung Ajak Arinal Belajar Berpolitik

Oleh karena itu, dalam pemasangan APK berupa baliho, tidak menggunakan jasa periklanan.

“KPU itu membuat baliho yang ukurannya, 3×6 atau 4×6 meter saja. Karena KPU tidak mempunyai anggaran untuk sewa, jadi pemasangannya paling menggunakan bambu atau kayu,” katanya.

Kendati demikian, dia berharap, agar P3I-APR tidak melakukan pemboikotan dalam pemasangan iklan sosialisasi Pilgub.

Selain itu, ia mengajak P3I-APR untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Pilgub Lampung  2018 mendatang.

“KPU nantinya akan butuh jasa pemasangan iklan sosialisasi. Makanya, marilah kita bersama-sama menyukseskan pilgub mendatang,” pungkasnya.(HI/AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top