Bandar Lampung

Ike Edwin: Almarhum Yusril Hakim Tipe Pekerja Keras

Staf Ahli Sosial Politik Kapolri Irjen Polisi Ike Edwin/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Hentak kabar berpulangnya mantan Wadir Intelkam Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi Yusril Hakim Yohansyah SH, Selasa (26/3), pukul 09.55 WIB, meruyak suasana kebatinan banyak orang, termasuk para tokoh Lampung.

Semasa hidup, pensiunan perwira menengah polisi –pernah mantan Kasat Intelkam Polrestro Jakarta Pusat dan terakhir menjabat Karo Sarana Prasarana Polda Lampung sebelum pensiun– yang kenyang pengalaman dunia intelijen sipil ini memang dikenal figur humoris, bersahaja, dan supel.

Salah satu tokoh masyarakat Lampung yang dekat dan turut meneladani jiwa korsa almarhum, yakni Staf Ahli Sosial Politik Kapolri Irjen Polisi Ike Edwin. Dihubungi redaksi, Selasa pukul 12.38 WIB, mantan Kapolda Lampung ini mengaku turut kehilangan.

Baca Juga:  DPRD Lampung Nilai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Gubernur Ridho

Saat menjabat Kapolda Lampung, karena kompetensi almarhum, dia khusus menjadikannya penasihat kapolda guna turut memberikan asistensi antaranya dalam percepatan proses kenaikan status Polda Lampung jadi tipe A medio 2016 silam.

“Saya atas nama pribadi, atas nama keluarga besar, dan Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak mengucapkan turut berduka cita. Kami sangat kehilangan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah,” kata Dang Gusti, panggilan karib Perdana Menteri Panglima Kerajaan Skala Brak itu.

Disinggung kesan pribadi, Ike Edwin yang terakhir bertemu almarhum tiga pekan lalu menyebut, almarhum sosok pekerja keras. “Kesan saya, almarhum adalah orang pekerja keras, suka silaturahmi dengan banyak orang, dia banyak sahabatnya,” aku Ike.

Tokoh masyarakat adat Lampung ini mengisahkan pula momen-momen kenangan indahnya termasuk saat mengangkat almarhum sebagai penasihat saat ia menjabat Kapolda. “Almarhum, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Tamanuri, Zulkifli Anwar (anggota DPR dapil Lampung), bersama saya, para tokoh lain bersatu padu. Perjuangkan Polda Lampung (naik) tipe A,” ujarnya mengenang.

Baca Juga:  Julius Gultom Kritisi Grondkaart Milik KAI

“Beliau pantas (secara) ketauladanan. Bagi saya, beliau senior, dan kakak. Sangat indah. Kami selalu bertemu, membahas dinamika polisi kita dan isu-isu daerah. Dia suka guyon,” ingat jenderal polisi yang dikenal santun ini dengan nada khasnya, menceritakan butuh waktu minimal 5 jam baginya, jika sudah berbincang akrab dan ngopi bareng almarhum.

Dua kali dihubungi, diminta tanggapan atas wafatnya ayah tiga anak, suami anggota PAW DPRD Provinsi Lampung Cholva Rasdinia dan mantan tenaga ahli Pemkot Bandarlampung ini, Ketua Umum DPP PAN yang juga Ketua MPR Zulkifli Hasan tak menjawab panggilan WhatsApp redaksi, Selasa siang.

Info terkini dari salah satu kerabat, almarhum akan dimakamkan di TPU Kedamaian, belakang Masjid Al Ikhlas, Kelurahan Tanjungbaru, Kedamaian, Bandarlampung. Sebelum dimakamkan, segenap keluarga inti masih menantikan kedatangan anak tertua almarhum yang berdinas di Kalimantan.(LS/MZl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top