Ekonomi

Idul Adha Pedagang Besek Bambu Raup Untung

Herlina Sulistyowati, salah satu pedagang besek bambu di Pasar Bambu Kuning/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Penggunaan besek bambu meningkat selama perayaan Hari Raya Kurban atau Idul Adha tahun ini. Banyaknya permintaan ini terkait penggunaannya sebagai wadah daging kurban turut menambah penghasilan para pedagang besek.

Salah satu pedagang besek bambu di Pasar Bambu Kuning, Herlina Sulistyowati, mengaku selama tiga hari terakhir telah menjual besek bambu sebanyak 25 hingga 30 kodi atau 500 hingga 600 potong, dengan harga jual Rp50 ribu perkodi.

“Kalau hari biasa, penjualan besek bambu hanya berkisar 5 kodi setiap bulannya,” kata Herlina, Rabu (14/8).

Pada hari raya kurban kemarin, Herlina yang berjualan obat herbal dan jamu mengatakan permintaan besek bambu paling banyak datang dari Korem 043 Garuda Hitam, organisasi kepemudaan Kaliawi dan salah satu masjid di daerah Sukarame.

Baca Juga:  KPK, Pemkab & Bank Lampung Edukasi Pengusaha Lamteng Soal Tapping Box

Meskipun banyak permintaan, Herlina mengaku tidak berani menyimpan stok barang, besek bambu yang merupakan bahan alami tidak tahan disimpan lama. Di samping itu para perajin besek bambu sebagian besar adalah petani.

Besek bambu yang banyak diperdagangkan di Kota Bandar Lampung, sebagian besar berasal dari Kota Metro dan Pringsewu. Para petani di dua wilayah tersebut memanfaatkan masa senggang antara musim tanam dan musim panen untuk membuat besek.

Pedagang besek bambu di Bandar Lampung pada umumnya harus memesan jauh – jauh hari sebelumnya kepada para perajin besek bambu jika ingin melakukan pembelian.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top