Pendidikan

Ibu Rumah Tangga dan Anak Banyak Tertular Virus HIV

Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Lampung/LS

BANDAR LAMPUNG – Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Lampung, menggandeng stakeholder untuk pencegahan penularan virus HIV pada perempuan dan anak.

Ade Komariah, Ketua IPPI Lampung,  mengatakan, ibu rumah tangga dan anak banyak menjadi tertular dari suaminya yang beresiko.

“Penularan yang tidak disadari oleh perempuan dari pasangannya juga berdampak pada janin yang ada dalam kandungannya,” kata Ade Komariah, Rabu (7/11).

Data yang terhimpun penyebaran HIV pada ibu rumah tangga mencapai 1.200 pasien yang terperiksa di Rumah Sakit Abdul Moeloek sedangkan pada anak mencapai 60 orang. Angka tersebut justru lebih kecil sebarannya di kalangan populasi kunci.

Baca Juga:  LP3M UM Lampung Gelar Workshop Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Data terus bertambah setiap tahunnya.Dalam pencegahan dan penanganannya tidak bisa dilakukan oleh IPPI sendiri atau lembaga Orang dengan HIV (ODHA) lainnya atau bahkan dibebankan sepenuhnya pada pihak kesehatan saja.

“Karena itu, kami menggandeng dari berbagai lembaga lainnya untuk saling bersinergi mengurai permasalahan ini,” kata dia lagi.

Selain pihak kesehatan dan tenaga medis, dia juga mengajak lembaga masyarakat yang concern terhadap masalah perempuan dan anak seperti PUSPA Lampung, DAMAR, PKBI Lampung, Dinas PP-PA Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung dan unsur lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa masing-masing pihak sebenarnya memiliki program yang beririsan yang menyasar pada perempuan dan anak khususnya masalah hak kesehatan seksual reproduksi.

Baca Juga:  Kwarda Lampung ajak Penegak dan Pandega Perangi Hoax

Karenanya, kegiatan pertemuan itu menyepakati untuk saling bersinergi dalam program pencegahan penyebaran HIV baru.

Sebelumnya IPPI Nasional menggelar pelatihan fasilitator “Petualangan Arumi” buku tersebut sebagai petunjuk pencegahan penularan HIV pada Ibu dan Anak (PPIA) dan hak kesehatan seksual reproduksi (HKSR).

Kegiatan tersebut melibatkan tenaga medis, anggota IPPI sendiri dan lembaga masyarakat.

Buku PPIA sebagai pedoman pencegahan, penanganan serta dukungan dari masyarakat dan tenaga medis dalam rangka menekan laju penularan HIV menumbuhkan kesadaran seksual pada perempuan.

“Karena sebenarnya, menularkan virus atau penyakit menular tanpa dikehendaki adalah bentuk dari kekerasan,” tutupnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top