Iklan
Panggung

HUT RI ke-74 di Mata Seorang Pemulung Bandar Lampung

Suhaimi, salah satu pemulung di Kota Bandar Lampung, merayakan HUT RI ke-74 dengan kemauan dalam hati/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Memperingati HUT RI ke-74, seorang pemulung mengecat gerobak rongsokannya dengan dwi warna merah putih.

Tak hanya dicat merah putih, gerobak rongsokannya yang penuh dengan kardus dan plastic juga dipasangkan bendera merah putih berukuran kecil. Bendera kecil itu diikat di ujung tiang besi yang berada persis di ujung depan gerobaknya.

Tiang besi sepanjang 50 centimeter diberi warna kuning dan meruncing pada ujung atasnya, seolah gambaran bambu runcing dengan merah putih di ujungnya.

Suhaimi, yang mengenakan topi caping bambu merah putih, seorang pemulung kelahiran Kampung Sawah, Tanjungkarang Pusat, 58 tahun silam, merupakan warga Bandar Lampung.

Baca Juga:  Semarak Kemerdekaan, Bupati Zaiful Bokhari Lepas Jalan Sehat dan Funbike

Dia memilih merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, dengan memakai atribut bendera merah putih dan mengenakan baju bergambar sang proklamator, Soekarno.

Pria yang hidup menduda sejak tahun 1993 silam, menetap di Kota Baru dan setiap hari selalu berkeliling mencari rongsokan di sekitar Kedamaian, Enggal dan Tanjungkarang Pusat.

Suhaimi yang dikaruniai 2 anak dan 2 cucu ini adalah salah satu pengagum Bung Karno, setidaknya hal ini terlihat dari kaus hitam yang dikenakan bergambar Soekarno, serta foto bung karno yang dibingkai terpajang di depan gerobaknya.

Alumni SMA Swadaya Kaliawi ini mengagumi Soekarno karena sang proklamator adalah sosok yang mampu mempersatukan NKRI.

Satu hal yang membuat dirinya bersedih adalah ketika satu dari dua foto Bung Karno yang dimilikinya dicuri orang.

Baca Juga:  Wafat, Pendiri Masjid Kubah Emas Depok

Aksi suhaimi dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia mendapatkan dukungan dari budayawan Isbedy Stiawan.

Budayawan yang akrab dikenal sebagai Paus Sastrawan Lampung, menyebutkan nasionalisme berasal dari hati.

“Kecintaan kepada tanah air tidak hanya sebatas simbol atau ikon bendera. Namun juga kecintaan kepada para pejuang yang bertaruh nyawa dan harta saat perang merebut kemerdekaan,” jelas dia, Kamis (15/8).

Sikap nasionalisme ini harus ditumbuhkembangkan dengan mempelajari kembali sejarah perjuangan bangsa.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top