Daerah

Hitungan Hari, Proyek Hotmix Jalan Simpang Pematang dan Brabasan Rusak

Proyek hotmix peningkatan Jalan Simpang Pematang dan Brabasan/RHJ

Suluh.co – Proyek hotmix peningkatan Jalan Simpang Pematang dan Brabasan, yang menjadi jalan alternatif provinsi di Kabupaten Mesuji, rusak dan berlubang.

Padahal, pengerjaan proyek jalan tersebut baru selesai dalam hitungan hari.

Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Kabupaten Mesuji, Indra Prastiyansah, mengatakan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan, mestinya dipanggil oleh pihak Inspektorat untuk  dimintai tanggung jawab.

“Itu kan uang negara, ada aturan jelas,” tegas Indra, Sabtu (27/2).

Kata Indra, persoalan infrastruktur ini, jadi pekerjaan rumah untuk Wakil Bupati Mesuji Haryati Cendralela, yang baru dilantik, bersama Bupati Saply, agar dapat menunjuk kepala dinas bina marga yang betul-betul memahami masalah infrastruktur.

Baca Juga:  PM-KUTA Desak Kejari Usut Tindak Korupsi Dinas Perhubungan Tanggamus

“Cari yang paham dan bisa bekerja, tidak asal tunjuk atau asal memenangkan tender rekanan yang kurang kompeten dalam pembangunan,” ujar dia.

Dinas Bina Marga juga sudah semestinya meminta pertanggung jawaban pada rekanan, disetiap proyek yang dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Harusnya dinas terkait lakukan peninjuan kembali, bila tidak ada tindakan tegas terhadap rekanan, dikhawatirkan pekerjaan proyek pemerintah yang menggunakan anggaran APBD atau APBN semakin berantakan dan dianggap lumrah,” tukasnya.

“Dinas bina marga dan inspektorat jangan hanya berpangku tangan, yang akan dirugikan sudah pasti masyarakat banyak sebagai pengguna jalan,” timpalnya

Sementara, Naim warga yang berada di sekitar lokasi proyek mengungkapkan, jika pengerjaan tersebut belum lama dan Ia mengaku heran dengan kualitas pekerjaan tersebut yang menurutnya cenderung asal jadi.

Baca Juga:  Jembatan Gantung di Pekon Tanjung Anom Ambruk

“Pengerjaan proyek baru selesai kok sudah rusak seharusnya hasilnya sangat maximal bukan sembarang kami masyarakat mesuji mintak pihak terkait berkerjalah profesional,” ungkapnya, Sabtu (27/2).

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Mesuji Elviana Khamami, mengaku, proyek Jalan Simpang Pematang dan Brabasan, menggunakan DBH (Dana Bagi Hasil) antara Pemkab Mesuji dan Pemprov Lampung.

Diketahui, proyek ini berasal dari ABD Mesuji yang merupakan Dana Bagi Hasil tersebut senilai Rp3 miliar lebih dan dikerjakan oleh rekanan PT Anugrah Data.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kuat dugaan proyek tersebut milik orang dekat Bupati Mesuji Saply.

 

Reporter : Raharja

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top