Nasional

Heroisme di Balik Jeruji, Warga Binaan Pemasyarakatan Buat APD di Tengah Pandemi

Heroisme di Balik Jeruji, Warga Binaan Pemasyarakatan Buat APD di Tengah Pandemi

BANDAR LAMPUNG — Di tengah keresahan sosial atas aksi pelanggaran segelintir oknum dari 35 ribuan narapidana peserta program asimilasi dan integrasi yang dihela Kementerian Hukum dan HAM demi memutus rantai penularan Corona, ada satu yang luput dari sorotan publik.

Apa itu? Aksi nyata besar dampaknya bagi keluhuran nilai-nilai kemanusiaan di tengah cekam situasi pagebluk kini, diampu warga binaan pemasyarakatan (WBP) sejumlah Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Kemenkumham di Tanah Air.

Diketahui, pandemik global COVID-19 yang kini sudah jadi musuh bersama 215 negara terjangkit, menuntut upaya penanganan medis dan pencegahan persebarannya, dengan segala cara.

Usut punya usut, ternyata ada “bunyi dalam sunyi” di balik dinginnya biilik dan jeruji besi.

Bahu-membahu bersama petugas, WBP di UPT Pemasyarakatan di lapas dan rutan se-Indonesia ikut memberi sumbangsih nyata melawan corona.

“Dalam rangka membantu mengatasi ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang semakin dibutuhkan, para WBP tersebar di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di seluruh wilayah Indonesia, meningkatkan produktivitas dan kreativitasnya dengan memproduksi APD sendiri, lho!” tulis akun ofisial media sosial Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Minggu (19/4/2020).

Baca Juga:  Pasien Positif Corona jadi 16 Orang, Provinsi Lampung Bisa jadi Zona Merah

Menaut kabar baik itu, seperti diakses Minggu petang, kementerian pimpinan Johnny G Plate ini mewartakan, berbekal keterampilan dari program pembinaan kemandirian, WBP mampu memproduksi berbagai APD.

Apa saja? “seperti masker, pelindung wajah (face shield), penutup kepala, gown, dan apron.”

Selain APD, WBP juga memproduksi perlengkapan penunjang lainnya, seperti cairan disinfektan, cairan antiseptik, hand sanitizer, bilik sterilisasi, tiang infus, hingga tandu.

Salah satunya Lapas Kelas II A Pondok Rajeg Cibinong, Jl. Makam Pahlawan Nomor 2, Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

WBP lapas ini ikut berkontribusi dalam memerangi COVID-19, mendonasikan seribu face shield hasil karyanya bagi para dokter dan fasilitas kesehatan di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

Baca Juga:  Kemkominfo Akan Bantu Bawaslu Antisipasi Kampanye Hitam di Medsos

Sama halnya dengan Lapas Kelas I Tangerang, di Jl Veteran 2 RT. 005/RW. 004, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten.

WBP lapas ini telah membagikan 700 masker kain berlapis filter bagi seluruh WBP dan petugas. Masker digunakan selama beraktivitas di dalam lapas.

“Nantinya masker kain berlapis filter tersebut akan kembali diproduksi secara massal utk didistribusikan ke luar lapas,” jelas Kemkominfo.

Masih ada? Ya, ada juga WBP Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta, Jl RM Said Nomor 259, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah.

Disana, para eks WBP kasus terorisme mampu memproduksi 1.350 masker kain, didonasikan ke Pemprov Jateng.

Di ibukota provinsi terpadat kelima di Indonesia, dengan angka kepadatan penduduk 990 jiwa per km persegi ini (Mei 2019), WBP Lapas Perempuan Kelas II A Semarang, Jateng, senada.

Para srikandi binaan lapas di Jl. Mgr Sugiyopranoto Nomor 59, Kelurahan Bulustalan, Kecamatan Semarang Selatan, Semarang itu memproduksi 270 APD hazmat dan 270 face shield.

Baca Juga:  Lampura Klaim Sudah Lakukan Rapid Test Sejak Awal Pandemi

Wah, bikin terharu ya? Tidak semua, tidak selamanya stigma dan kesan negatif yang melulu mereka terima.

Senapas filosofi pemasyarakatan, semoga kontribusi para WBP tersebut juga jadi ladang pahala mereka ya?

Ayo kita bersatu lawan corona. Tetap #JagaKesehatan, #JagaKebersihan, #PhysicalDistancing, tetap produktif meski kita #DiRumahAja!, serta jangan lupa pakai masker nonmedis koleksi terbaikmu saat berada di luar rumah atau di ruang publik. Semangat, guys! (LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top