Politik

Harlah NU ke-92, Jadi Sarana Pembagian Atribut Paslon

Ketua Tanfidziyah NU Lampung Tengah, KH Imam Suhadi,saat membagikan atribut pasangan calon Arinal-Nunik/FS

LAMPUNGTENGAH  – Acara pengajian dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Nahdlatul Ulama (NU), di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, kembali dinodai dengan kegiatan politik praktis pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik).

Pasalnya, acara Harlah NU pada Minggu (10/3) lalu, terindikasi menjadi sarana tempat  untuk membagi-bagikan atribut berupa kalender dan pakaian dari pasangan nomor urut 3 kepada jamaah pengajian.

Yang lebih mirisnya lagi, pembagian atribut paslon itu dibagikan langung oleh Ketua Tanfidziyah NU Lampung Tengah, KH Imam Suhadi, yang juga menjadi pengisi ceramah dalam kegiatan Harlah NU.

Baca Juga:  Tim Kerja Pemenangan Arinal-Chusnunia Mulai Bergerak

Saat dikonfirmasi perihal kejadian tersebut, KH Imam Suhadi, mengakui pembagian atribut dari paslon Arinal-Nunik itu lewat mobil (Pajero) pribadinya. Dan itu pun terjadi setelah acara Harlah NU usai.

“iya benar, di mobil saya memang ada atribut paslon Arinal Nunik. Namun itu hanya sedikit, karena ada yang minta, yah saya kasihkan saja ke warga,” katanya Imam, via ponselnya, kemarin.

Menurutnya, apa yang dilakukan itu bukan termasuk politk praktis. Sebab, dirinya mengaku, bukan bagian dari tim sukses paslon gubernur dan wakil gubernur.

“Saya tidak berbicara di atas panggung untuk memilih paslon nomor tiga. Selama saya mengisi ceramah, tidak satu pun bahasannya kearah politik. Hanya kebetulan saja selesai acara ada pembagian atribut. Saya rasa itu tidak masalah dan tidak termasuk politik praktis,” katanya lagi.

Baca Juga:  Tindakan Tim Arinal-Nunik Bagi-bagi Amplop Sudah Cukup Membuktikan TSM

Terpisah, Kordinator Penindakan Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Lampung Tengah, Edwin, turut membenarkan adanya pembagian atribut paslon nomor urut 3. Atribut tersebut dibagikan setelah acara pengajian,dengan dibawa menggunakan kendaraan pribadi  KH Imam Suhadi.

“Setelah kami konfirmasi ternyata benar bapak Ketua NU Lampung tengah Imam Suhadi, membawa atribut berupa kalender dan kaos, pembagian bukan di saat acara berlangsung namun setelah acara pengajian selesai,” ungkapnya, Jumat (16/3/2018).

Atas pembagian atribut itu, pihaknya telah memberikan rekomendasi langsung kepada KPU setempat untuk memberi sanksi berupa teguran keras.

“Kami sudah rekomendasikan ke  KPU untuk memberikan surat teguran keras. Tadi suratnya sudah kami kirimkan,” ujar Edwin.(BO/SL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top