Iklan
Panggung

Harlah Bung Karno ke 118: Abadi Dalam Cita-cita dan Gagasan Indonesia Raya

Dirgahayu 118 Tahun Bung Karno, 6 Juni 1901-6 Juni 2019. Foto: @denihaddad

Ajaran Bung Karno Bermuara Pada Pembebasan Umat Manusia Dari Berbagai Belenggu Penjajahan Atas Kemanusiaan_ (Hasto Kristiyanto)

BANDAR LAMPUNG – Hari ini, Kamis (6/5), selain 2 Syawal 1440 H, juga bertepatan hari lahir (harlah) Presiden ke-1 Republik Indonesia, Pemimpin Besar Revolusi, Proklamator Kemerdekaan, Dr Ir H Soekarno. Lahir 118 tahun lalu di Surabaya 6 Juni 1901, Bung Karno menjabat presiden pada 18 Agustus 1945-12 Maret 1967.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memberi catatan khusus terkait peristiwa bersejarah dalam hidup Sang Putra Fajar itu, seperti tertuang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

“Hari ini 118 tahun lalu, 6 Juni 1901, Bung Karno, Putra Sang Fajar lahir. PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan ide, gagasan, cita-cita dan perjuangan Bung Karno dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hasto.

Cita-cita Bung Karno, sambung Hasto, selalu relevan, karena berangkat dari kesadaran yang paling dalam untuk menjadikan politik sebagai alat pembebas bagi umat manusia agar merdeka dari berbagai belenggu penjajahan.

Baca Juga:  Temui Gubernur, Hasto Kristiyanto Wacanakan Pilgub Ulang

“Dengan demikian intisari dari keseluruhan pemikiran Bung Karno adalah pada perjuangan kemanusiaan itu sendiri,” lanjutnya.

Hal itulah, politisi asal Yogyakarta ini melanjutkan, yang membuat mengapa Bung Karno itu abadi dalam gagasan, cita-cita, dan jejak langkah penuh perjuangan bagi kemerdekaan Indonesia Raya.

“Kesadarannya untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pelopor guna memerjuangkan suatu tatanan dunia baru berdasarkan pada Pancasila dengan intisari nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar jebolan Fakultas Teknik UGM (1991) kelahiran 7 Juli 1966 itu.

Intisari nilai-nilai itu, sebut Hasto, yang berdasarkan pada Ketuhanan, Kemanusiaan, Kebangsaan, Musyawarah, dan Keadilan Sosial.

“Disertai dengan upaya konkret memelopori Konferensi Asia Afrika yang melahirkan Gerakan Non Blok, menjadi bukti bagaimana gagasan Bung Karno tersebut diterima luas dan menginspirasi banyak bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk merdeka,” ungkap mantan anggota DPR 2004-2009 dapil Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek, Jawa Timur ini mengisahkan.

Baca Juga:  Nelayan di Pesisir Pantai Bandar Lampung

Dari itulah, imbuh mantan aktivis PMKRI semasa kuliah ini lagi, maka Bung Karno menempatkan demokrasi politik yang menyatu dengan demokrasi ekonomi dan kebudayaan.

“Apa yang disampaikan Bung Karno bahwa membumikan Pancasila hanya bisa dilakukan melalui rasa cinta tanah air yang berkobar-kobar, dijalankan untuk mewujudkan Trisakti agar Indonesia benar-benar berdaulat, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” singgung Hasto pula mengingatkan.

“Trisakti terbukti menjadi credo dari begitu banyak keberhasilan bangsa-bangsa besar di dunia.”

Selamat HUT Bung Karno ke 118, ujar Hasto, menggarisbawahi Pancasila milik seluruh rakyat Indonesia. “Bung Karno dengan seluruh gagasan besar bagi cita-cita kemanusiaan seluruh warga bangsa, kini telah menjadi milik seluruh rakyat Indonesia, dan dunia,” tegas dia.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Joko Widodo – Ma’ruf Amin yang punya hobi berat membaca ini memungkasi keterangannya dengan mengutip falsafah Bung Karno yang melegenda, ujud manifes kesaktian Pancasila. “Kapitalisme terbukti menciptakan krisis. Belum selesai krisis yang satu, muncul krisis lainnya.”

Baca Juga:  Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto Ikut Senam Jempol Jokowi Gaspol, Besok

“Antitesa dari kapitalisme, adalah sosialisme ala Indonesia, yakni Pancasila yang dibumikan dengan jalan Trisakti,” tutup Hasto.

Keterangan Hasto turut diamini oleh sejumlah kalangan di Lampung. Antara lain advokat/Ketua Almisbat Lampung Resmen Kadapi SH MH didampingi Dewan Pembina Erwan, Ketua Badan Pekerja CeDPPIS Muzzamil, pegiat media sosial dan kreator konten digital Deni Haddad, dan pegiat komunitas Indonesia Memotret Ato Widiguna.(LS/Red)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top