Daerah

Hari Kesehatan Nasional, Komunitas Odapus Lampung Gelar Seminar dan Senam Lupus

Komunitas Odapus Lampung (KOL), menggelar seminar Awam Lupus dan Senam Lupus yang bertemakan “Ada Apa dengan Lupus”/Istimewa

METRO – Komunitas Odapus Lampung (KOL), menggelar seminar Awam Lupus dan Senam Lupus yang bertemakan “Ada Apa dengan Lupus”, di TMII Metro, kemarin.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2018 yang diawali dengan Senam Lupus bersama di pagi hari.

Hadir sekitar 100 orang peserta dari kalangan masyarakat awam, dokter pemerhati lupus, dan sejumlah stakeholder kesehatan juga lembaga negara pengawas pelayanan publik.

Sayang, tak banyak para penyelenggara pelayanan kesehatan yang hadir, baik dari rumah sakit, puskesmas termasuk BPJS Kesehatan.

Seminar ini menghadirkan dr. Agung Budi Prasetyo, Sp.PD., M.Kes. selaku Ketua IDI Metro dan dr. Redho Akbar dari Dinas Kesehatan Kota Metro.

Agung Budi Prasetyo, menyampaikan, bahwa Lupus sering disebut penyakit 1000 wajah lantaran ia kerap meniru penyakit lain.

Terdapat beberapa gejala lupus diantaranya demam berkepanjangan, sering lelah, sariawan hilang timbul, nyeri sendi, serta sejumlah gejala lain.

Baca Juga:  Pairin Mutasi 5 Pejabat Eselon II Kota Metro

Diperlukan pengamatan dan tes labpratorium untuk memastikan seseorang benar terkena Lupus. Lupus sendiri memiliki kondisi yang beragam pada setiap orang.

Dalam pemaparannya, Agung menyampaikan, bahwa untuk dapat mengcover beberapa pemeriksaan lab yang tidak ada peralatannya pada Rumah Sakit pemerintah di Lampung.

“Maka solusinya melalui laboratorium swasta yang menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan,” papar Agung.

Sementara itu, Redho Akbar, berjanji untuk mengupayakan anggaran obat-obatan lupus  dapat tercover oleh Pemkot Metro melalui puskesmas. Sehingga ke depan, untuk beberapa kasus Lupus, pasien bisa terbantu melalui puskesmas.

Ia juga sangat mensupport para penyintas penyakit untuk bisa tetap beraktifitas seperti biasa. Menurutnya, apapun bisa diupayakan.

“Pemerintah memang bertugas melindungi warganya,” ujarnya seraya kemudian meminta data jumlah Odapus di Kota Metro.

Ditempat yang sama, Atika Mutiara Oktakevina, moderator dalam seminar ini sendiri yang merupakan seorang survivor Lupus sejak 2005, menyampaikan, bahwa dibutuhkan waktu 1 tahun sejak gejala-gejala lupus ada padanya, hingga akhirnya diagnosa Lupus dapat tegak pada dirinya.

Baca Juga:  Sabu Senilai Ratusan Juta Berhasil Diamankan Polda Lampung

Oleh karenanya, Atika yang telah aktif dalam kepengurusan KOL sejak 2017 ini, sangat berharap adanya dukungn dan peran serta dari berbagai stakeholder kesehatan untuk membantu penanganan Odapus maupun para penyintas penyakit autoimun lainnya.

KOL Harapkan Kepedulian para Stakeholder Kesehatan

Ketua Komunitas Odapus Lampung, Merli Susanti, menyampaikan bahwa KOL sangat berharap agar semakin banyak masyarakat yang tau dan peduli dengan keberadaan Odapus.

“Sampai saat ini tercatat sebanyak 123 anggota KOL dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung,” jelas Santi dalam sambutannya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rakhman Yusuf, menyampaikan, bahwa pelayanan kesehatan sangat memerlukan komitmen para penyelenggara.

Ia juga menyampaikan kepada setiap peserta seminar yang memgalami pelayanan publik apapun termasuk pelayanan kesehatan yang diduga bermasalah dapat melapor kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung melalui wa pengaduan, 081373899900.

Pada akhir sesi acara, KOL melalui moderator seminar menyampaikan harapan besar agar setiap stakeholder kesehatan memiliki kepedulian kepada Odapus.

Baca Juga:  Pameran Senirupa Akulturasi Ajang Perkenalan Dua Daerah di Tubaba

Pihak KOL menunggu peran pemerintah untuk bisa membantu meringankan beban Odapus melalui kewenangan yang dimiliki pemerintah, misalnya dengan menganggarkan beberapa obat-obatan gratis  untuk lupus atau dengan menguatkan peran pengawasan internal pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas mau rumah sakit di Kota Merto.

Tak lupa KOL berharap agar para Odapus selalu memiliki semangat untuk tetap menjalani aktifitas dan sehingga dunia bisa memahami bahwa “Odapus baik-baik saja”.

Seminar Awam Lupus dan Senam Lupus ini juga dimeriahkan oleh bazar kreasi KOL dan penampilan sejumlah karya seni KOL dan dokter pemerhati Lupus.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top