Iklan
Ekonomi

Harga Kopi Turun Produksi Panen Ikut Merosot

Petani kopi/Net

LAMPUNG BARAT – Petani kopi di Lampung Barat sedang dimanjakan dengan digelarnya Festival Kopi Robusta tahun 2018 di Rigis Jaya, Kecamatan Airhitam, Lampung Barat. Namun dibalik kemeriahan acara itu, petani kopi rupanya menyimpan kesedihan  lantaran harga kopi yang rendah ditambah produktivitas panen yang terus merosot.

“Biasanya dalam satu tahun bisa satu ton. Sekarang hanya 900 kilogram,” kata Kepala Desa Perwatin, Gunungterang, Mahmudin, Minggu, (23/7).

Ia mengaku, dalam tiga tahun terakhir terjadi penurunan hasil panen, sehingga kesejahteraan petani kopi di Lambar menurun. Kondisi ini dipersulit dengan rendahnya harga jual kopi.

Untuk itu, petani kopi berharap banyak digelarnya Festival Kopi Robusta berimbas pada peningkatan kesejahteraan petani dan bukan hanya seremonial belaka.

Baca Juga:  Julukan Pringsewu Seribu Bambu, Berbanding Terbalik Dengan Kebutuhan Pengrajin

“Kami berharap acara ini bisa mendongkrak perekonomian petani kopi Lambar sehingga para petani dapat hidup sejahtera dari berkebun kopi,” ujarnya.

Menurutnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktifitas kopi pada saat panen, terutama faktor cuaca yang tak menentu, sehingga membuat kembang kopi berguguran. Selain itu, mereka juga terkendala terkait harga pupuk yang tinggi, tak sebanding dengan hasil panen.

“Ketika hujan, kembang malah tak jadi kopi, yang ada busuk,” tukasnya.(FS/LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top