alterntif text
Modus

Hakim Soroti Dokumen Kapal Pesiar Milik Zainudin Hasan

Direktur PT Johnlin Ken Laksono, dalam persidangan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh Zainudin Hasan kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjung Karang/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Sidang lanjutan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh Zainudin Hasan kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjung Karang, dengan agenda mendengarkan  keterangan saksi dan menghadikan seorang Direktur PT Johnlin sebagai saksi, Senin (11/3).

Ken Laksono dihadirkan sebagai saksi, dalam sidang lanjutan TPPU atas nama terdakwa Zainudin Hasan, dengan fokus utama ialah terkait kepemilikan kapal speed boat yang saat ini telah berubah nama dari bernama Prince Rihana, kini berubah nama menjadi Krakatau.

Baca Juga:  Tepis Tudingan Pemutusan Sepihak, Begini Kata PDAM Way Rilau

Ken Laksono bersikukuh bahwa Zainudin Hasan hanya menyewa kapal milik perusahaannya tersebut.

“Tarif sesuai perjanjian yakni sebesar Rp250 juta per tahun. Dengan berpegang dengan surat perjanjian,” aku Ken Laksono dalam persidangan.

Majelis hakim pun mempertanyakan ke absahan kepemilikan kapal  dan surat surat resmi miliknya tersebut. Namun, Ken Laksono tak dapat menunjukannya, sehingga  majelis hakim menilai bahwa kapal tersebut bodong.

Diketahui sebelumnya, dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Zainudin Hasan tersebut, sebagian mengalir untuk biaya perawatan kapal speed boat yang dikatakan oleh saksi adalah milik perusahaannya.

Namun harta bergerak tersebut kini telah disita oleh KPK  kerana diduga milik dari terdakwa Zainudin Hasan.

Baca Juga:  Kembali Kepung Kantor Gakkumdu, Rakyat Lampung Sebut Arinal Tukang Adu Domba

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada pekan depan, Senin (18/3) dengan agenda sidang yaitu mendengarkan keterangan terdakwa.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top