Modus

Hakim PN Tanjung Karang Diancam Diadukan ke Komisi Yudisial

Pengadilan Negeri Tanjung Karang/Net

BANDAR LAMPUNG – Buntut dari sidang putusan pengadilan kasus pemalsuan tanda tangan surat keterangan tanah atau sporadik, yang menjatuhkan hukuman kepada Irwandi yang lebih ringan dari tuntutan jaksa. Tidak diterima oleh keluarga korban, dan mengancam akan mempermasalahkannya majelis hakim ke komisi yudisial.

Sidang kasus pemalsuan tanda tangan surat sporadik  yang menyeret irwandi bergulir cukup panjang.  Setelah mengalami penundaan beberapa kali, akhirnya sidang putusan hakim tetap digelar dan tanpa dihadiri oleh terdakwa dan kuasa hukumnya.

Namun, putusan hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Achmad Lakoni  yang menjatuhkan enam bulan kurungan penjara tidak serta merta diterima oleh korban, bahkan korban mengancam akan memperkarakan hakim ke komisi yudisial, sebab putusan ini dianggap tebang pilih dan sangat tidak masuk akal.

Baca Juga:  Terdampak Banjir SMPN 34 Kedaton Terima Bantuan Dana Bencana Alam

Achmad Lakoni pun bersambut, hakim yang memimpin persidangan ini pun memberi tanggapan atas ancaman itu. Ia mempersilahkan untuk segala upaya dari pihak korban atas ketidak puasannya dari putusan sidang ini.

Hakim ketua dalam sidang perkara pemalsuan tanda tangan ini menjelaskan, beberapa penilaian dari majelis hakim atas putusan yang dibuat sehingga menghasilkan kesepakatan vonis kepada terdakwa Irwandi yang menjatuhkan pidana lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Sidang berikutnya akan kembali bergulir sesuai dengan tanggapan jaksa penuntut umum yang masih diberi waktu selama 7 hari oleh hakim dan kemungkinan besar pihak korban akan banding terhadap putusan.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top