Pendidikan

Hadapi Ujian Nasional 2019, Disdikbud Lampung Minta Pihak Sekolah Lakukan Simulasi

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Diona Khatarina/RM/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Disdikbud) Lampung, meminta setiap sekolah mulai mempersiapkan dan melakukan simulasi Ujian Nasional 2019

“Simualasi tersebut dalam bentuk teknis dan nonteknis, sehingga dapat di ketahui permasalahan yang ada agar dapat di perbaiki sebelum pelaksanaannya,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Diona Katharina, Senin (11/2).

Diketahui, sebanyak 78 sekolah negeri maupun swasta di Bandar Lampung akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Untuk SMA dan MA, jadwalnya pada awal April, sementara untuk SMK, jadwalnya maju menjadi akhir Maret.

Dari 78 sekolah negeri dan swasta tersebut, total siswa yang akan mengikuti UNBK di Bandar Lampung sebanyak 9.883 orang. Mereka bagian dari total 64.691 siswa dari 786 SMA/MA di Lampung yang akan melaksanakan UNBK.

Baca Juga:  Ombudsman Lampung Awasi Pelaksanaan UN 2019

“Jadwal UNBK untuk SMK tahun ini maju sedikit dari tahun sebelumnya. Dari biasanya April, tahun ini jadi Maret, tepatnya 25-28 Maret,” kata Diona.

Adapun UNBK SMA/MA terjadwal pada awal April, yaitu 1, 2, 4, dan 8 April.Sementara UN Paket C pada pertengahan April, yakni 12-16 April, berlanjut dengan UN SMP/MTs pada 22-25 April serta UN Paket B pada 10-13 Mei mendatang.

Diona mengungkapkan, 64.691 siswa se-Lampung yang akan mengikuti UNBK itu meliputi 50.315 siswa dari 478 SMA dan 14.376 siswa dari 308 MA.

“Itu data untuk SMA dan MA. Mengenai data SMK, bukan bidang saya. Tapi sepertinya, datanya sebanding,” ujarnya.

Pihaknya memastikan sekolah-sekolah telah siap melaksanakan UNBK. Terkait fasilitas komputer, Diona mengakui ketersediaan di sekolah belum maksimal. Sebagai solusi, pihaknya menginstruksikan pihak sekolah agar memberlakukan sistem silang.

Baca Juga:  Besok, Unila Gelar Diskusi Kebijakan Lingkungan

“Boleh pinjam komputer ke sekolah lain. Dalam UNBK ini, siswa-siswi tetap 100 persen harus mengikuti ujian menggunakan komputer tanpa terkecuali,” katanya.

Mengenai listrik, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan PT PLN, tujuannya agar jangan terjadi pemadaman listrik ketika UNBK berlangsung.

“Tapi, kami juga menginstruksikan pihak sekolah wajib punya genset untuk mengantisipasi agar lebih safety,” ujar Diona seraya menambahkan, pihaknya berharap PT Telkom memaksimalkan pelayanan jaringan internet.(RM/TRb)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top