Bandar Lampung

H24, Donasi Ramadan PBL & Yayasan Alfian Husin Sasar 4 Kecamatan

Relawan PBL Lampung Muzzamil saat menyerahkan nasi kotak kepada ibu penjual pisang dan aneka keripik, warga Langkapura Baru, Langkapura, Bandarlampung, dekat studio Kompas TV Lampung, Minggu (17/5/2020). | PBL

BANDAR LAMPUNG — Akhir pekan, tim relawan Pejuang Bravo Lima Lampung, tak berhenti menyalurkan donasi menu buka puasa kepada warga di sejumlah lokasi dalam kota Bandarlampung, Minggu (17/5/2020) petang.

Berbalut program Ramadan Peduli Ramadan Berbagi 1441 H/2020, donasi kemanusiaan gotong-royong Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung, Yayasan Alfian Husin, IIB Darmajaya, RSIA Belleza Kedaton, dan Emerald Hills Residence hari ke-24 Ramadan ini menyasar warga sejumlah kecamatan.

Anggota Bidang Media dan Informasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PBL Lampung Muzzamil, mewakili Ketua DPD PBL Lampung Ary Meizari Alfian, menyerahkan nasi kotak racikan RM Minang Indah, donasi harian program.

Muzzamil, dan relawan milenial PBL Yusuf MI, memulai menyerahkan pada Ustadz Andi, pengurus dan guru ngaji Mushola Ar-Raudah, Puri Dwita, Gang Langgar, RT 07 LK I, Langkapura Baru, Kecamatan Langkapura.

Juga kepada Tono, marbot mushola, dan Makmur, sekuriti kompleks. Serta kepada keluarga seorang ibu penjual pisang dan aneka keripik, dekat studio Kompas TV Lampung. Saat itu, rinai gerimis, menjelang Ashar.

Usai menyerahkan nasi ke para tukang ojek pangkalan pintu masuk Blok A Perum Bukit Bilabong Jaya, tim lanjut ke satu bedeng kontrakan dihuni lima keluarga, dioleh-olehi ucapan terima kasih para penghuni. Seberang kantor Kelurahan Bilabong Jaya, Langkapura.

Baca Juga:  Ditlantas polda Lampung Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas Lewat Event Millenial Road Safety Festival

“Makasih ya,” sambut Sutiyo, buruh, pada Muzzamil. Ia buru-buru masuk kamar, mengambil masker rupanya. Rumahnya dipisahkan lahan kosong, tetangga dari Kadis PU Kota Bandarlampung, Iwan Gunawan.

Para tukang ojek pangkalan Gang Darussalam, samping RM Puti Minang, juga menyambut. Mereka senang.

Dari Langkapura, tim ke seputaran Enggal. Sejumlah petugas kebersihan, tukang becak, dan tukang parkir sadar protokol. Saat menerima, bermasker.

Sejurus, laju mobil merah tim di tengah cuaca lepas hujan itu pun menuju arah Telukbetung. Menunggu, juru kunci Tempat Pemakaman Umum (TPU) Anugrah, Jl Dr Warsito 59, Kupangkota Telukbetung Utara. “Terima kasih ya bantuannya,” ujar juru kunci bersahaja.

Tim menyesal gagal bertemu Suriyah dan Wati, dua ibu “penyala” pahlawan kebersihan, petugas penyapu jalan di seputaran taman Elephant Park-Gelael dan sekitarnya. Hasil surveilans tim sebelumnya.

Wajah berseri mereka yang pernah disurvei tim, tak tampak. Padahal mereka shift sore. Hanya ada dua tukang becak. Pas kiri jalan belokan samping Gelael. Mereka paruh baya, pun berterima kasih usai menerima.

Diburu waktu, tim mendapati lima petugas pengganti Suriyah dan Wati. Di Jl Sriwijaya. “Saya, masih ada Pak?” kejar lelaki tua, juga petugas penyapu jalan lainnya. Lagi-lagi, usai menerima dengan ucapan yang sama.

Baca Juga:  Pergub Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan di Lampung Selesai Awal Tahun 2019

Waktu tak percuma, tim segera menuju TPU Kebonjahe, Jl Kamboja, Enggal. Menyambangi kediaman Faisal dan Jum, ahli waris sekaligus penerus jejak mendiang Mang Bani, sang juru kunci makam. Terlambat lima menit.

Gagal bertemu, tim selain menitipkan juga membagikan nasi kotak kepada Wati, keponakan Mang Bani, serta tiga keluarga tetangga makam. Juga pada pedagang kaki lima dan penjual ban bekas, sisi jalan masuk makam. Tim juga menitip salam.

Bergegas, tim lalu menuju Telukbetung Selatan. Sejumlah tukang becak dan kuli bangunan yang ditemui sepanjang Jl Laksamana Malahayati, dihampiri.

“Terima kasih banyak ya Pak. Semoga jadi barokah, semoga Allah membalas kebaikan kalian,” mustajab doa pria tua satu dari tukang becak itu.

Nasi kotak diterimanya bergetar ia genggam. Sayang, tim lupa namanya. Muzzamil yang menyerahkan menyeka ujung matanya. Terharu.

Donasi harian ratusan nasi kotak ini berakhir saat tim bertemu Eulis Juli, ibu warga Jl Tamin Gang Merpati, janjian di dekat mulut gang. Usai serah terima singkat, raut muka tim semula tegang berubah riang. “Beres. Lega,” ujar Muzzamil dan Yusuf. Senang.

Sekotak nasi menu berbuka puasa, sekeranjang senyum kebahagiaan. Para pahlawan kebersihan Kota Tapis Berseri ini berterima kasih atas geliat sosial Pejuang Bravo Lima (PBL) dan Yayasan Alfian Husin. Foto dibidik di Jl Sriwijaya, Enggal, Bandarlampung, Minggu petang (17/5/2020). | PBL

Sesuai rencana, siang hingga petang hari ini, Senin (18/5/2020), atau H25 Ramadan, jadi hari terakhir tim relawan Ramadan Peduli Ramadan Berbagi 1441 H/2020 PBL Lampung, Yayasan Alfian Husin, IIB Darmajaya, RSIA Belleza, dan Emerald Hills Residence Bandarlampung, serta donatur lainnya, memungkasi agenda programnya.

Baca Juga:  H3, Ramadan Peduli Ramadan Berbagi Pejuang Bravo Lima, ke RS Tjokrodipo

Ketua DPD PBL Lampung, Ary Meizari Alfian, pengusaha properti yang juga mantan Ketua Kadinda Bandarlampung dan Kadinda Lampung ini, didampingi wakabid sospol Junaedi, penanggung jawab program, membenarkan.

Sisi lain, penasihat program, yang juga anggota penasihat DPD PBL Lampung dan Ketua DPP PBL Bidang Ekonomi Dr Andi Desfiandi MA, memperbarui info rencana pelaksanaan gratis rapid test massal oleh DPD PBL Lampung.

“Untuk rapid test, kami masih nunggu proses importasi dari Tiongkok, oleh pihak donatur. Infonya sih, Inshaallah akhir Mei atau awal Juni sudah tiba di Lampung. Tentu sudah ada izin impor juga dari BNPB,” ucap Ketua Yayasan Alfian Husin ini, dikonfirmasi terpisah, Senin pagi (17/5/2020).(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top