Bandar Lampung

Gus Sholah Wafat, Doa dari Lampung Tersemat

Ucapan belasungkawa atas kepergian Gus Sholah dari Generasi Muda NU Lampung. | Facebook

BANDAR LAMPUNG — Berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa, pengasuh Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Dr (HC) Ir KH Salahuddin Wahid, atau Gus Sholah, Minggu (2/2/2020) pukul 20.55 WIB di RS Harapan Kita, Jakarta, membuat pemerintah dan rakyat Indonesia kehilangan.

Sosok yang disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai tokoh ulama, aktivis, dan politisi itu disemayamkan di rumah duka di bilangan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, selanjutnya diterbangkan guna dimakamkan di kompleks ponpes asuhannya, Senin (3/2).

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Baru saja mendengar kabar duka bahwa tokoh ulama, aktivis, dan politisi, Bapak Kiai Salahuddin Wahid telah berpulang ke Rahmatullah malam ini,” kata Presiden dalam unggahan media sosialnya, Senin, pukul 22.28 WIB.

Almarhum, putra pahlawan nasional KH Wahid Hasyim, dan adik kandung Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid. “Atas nama keluarga, pemerintah, dan seluruh rakyat, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepulangan beliau,” imbuh ia.

Presiden Jokowi tulus mendoakan, semoga segala amal ibadah dan pengabdian Gus Sholah semasa hidupnya mendapat ganjaran yang berlimpah dari Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan kesabaran. “Amin Ya Rabbal Alamin,” pungkas takzim ia.

Baca Juga:  DPRD Bandar Lampung Minta UMK Sesuai Usulan Dewan Pengupahan

Dari Bumi Ruwa Jurai Lampung, Walikota Bandarlampung Herman HN menyampaikan belasungkawa senada, pukul 01.45 WIB, Selasa dini hari. “Atas nama pribadi, keluarga, pemerintah kota, dan warga Kota Bandar Lampung, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam,” kata dia.

Sebelumnya, Senin malam, 23.45 WIB, Wakil Gubernur Lampung yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Chusnunia Chalim, M.Kn., Ph.D, terpantau mengunggah poster digital ucapan duka cita DPP PKB, di akun Instagramnya. “Innalillahi wa innailaihi rajiun,” tulis akun @noenia_ch milik Nunik, sapaannya.

Terpisah, dari Jawa Barat, Ketua DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Jabar Teddy Risandi, via Facebook, Selasa pukul 17.06, mengaku turut berduka. “Selamat jalan Gus Sholah, kami rindu kami kehilangan, kami berdoa. Semoga Alloh SWT menempatkan Gus Sholah pada tempat yg paling indah dalam syurga-Nya Alloh SWT. Lahul Fatihah,” tulis ia, menyertakan video detik-detik ribuan jamaah berebut mendekati keranda jenazah.

Kembali ke Lampung, Ketua PCNU Kota Bandarlampung Ichwan Adji Wibowo, Selasa, mengungkapkan kehilangan terdalamnya melalui sebuah artikel magis yang diunggah laman nulampung.or.id, portal resmi kelolaan PWNU Lampung.

Dalam artikel yang berjudul “Gus Sholah, Ketokohan dan Teladan Seorang Kiai NU” itu, Ichwan memungkasinya dengan menyebut, “Lagi-lagi warga NU kembali kehilangan tokoh panutan dan pengayom.”

Baca Juga:  Lewat PCR, Lampung Siap Lakukan Uji Swab Mandiri

Tulis dia, di saat Nahdlatul Ulama (NU) sedang memperingati Harlah yang ke-94 tahun dan menjelang pelaksanaan Muktamar yang ke-34, NU kehilangan putra terbaiknya. Beliau adalah salah satu cucu pendiri NU, yakni KH. Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah bin KH. Wahid Hasyim bin KH. Hasyim Asyari, beliau adik kandung Gus Dur.

“Gus Sholah di mata warga nahdliyin tidak saja dipahami sebagai kiai, karena almarhum memiliki nasab kiai dan merupakan pengasuh ponpes ternama di Indonesia. Lebih dari itu beliau juga dikenal sebagai tokoh bangsa, yang kiprahnya mampu merepresentasikan sebagai figur ulama NU.”

Dalam banyak hal, lanjut Ichwan menilai, sikap dan pandangannya (Gus Sholah) selalu moderat, menempatkan kepentingan dan kemaslahatan bangsa di atas kepentingan yang lebih sempit. “Beliau juga salah satu tokoh yang mampu berdialog dengan lintas keyakinan yang disegani dan dihormati banyak kalangan,” ia melukiskan kesan.

Gus Sholah juga layak menjadi tauladan bagi warga nahdliyin, imbuhnya, karena dalam kiprah politiknya selalu menempatkan etika dan kesantunan. “Beliau juga sebagai zuriyah pendiri NU, tidak pernah menunjukkan sikap jumawa,” kata dia.

Ichwan mengilustrasikan pembuktian. “Terbukti di jamiyyyah NU, meski pernah dua kali kalah dalam kontestasi pemilihan tampuk pimpinan Tanfidziyah, beliau (Gus Sholah) tetap tidak menunjukkan sikap ekstrim terhadap PBNU. Justru beliau kerap memberikan kritik yang konstruktif terhadap NU. Sikap yang proporsional inilah yang justru mencerminkan prilaku kiai NU,” jelas pria ASN, Camat Telukbetung Selatan ini.

Baca Juga:  Satu ODP di Lampung Barat Wafat

Bagi Gus Sholah, Ichwan menekankan, tentu bukan perkara mudah untuk menunjukkan eksistensi ketokohannya selama di bawah bayang-bayang figur sekelas Gus Dur.

Akan tetapi, “dengan corak dan karakter kepribadiannya sendiri, terbukti Gus Sholah mampu menunjukkan ketokohannya sendiri,” pungkas alumnus Fakultas Pertanian Unila angkatan 1992, suami komisioner Komisi Informasi Provinsi Lampung Khalida Ida ini.

Akhirul kalam, dari lubuk hati yang terdalam, segenap redaksi dan karyawan Suluh.co menyampaikan turut berbelasungkawa atas kepulangan Gus Sholah. Selamat jalan, Gus. Pengabdian dan karya hidupmu abadi selalu. Tabik.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top