Modus

Gus Ipul Adukan Aksi Tolak Tambang ke Polisi

Pendamping warga, Emha Syaiful Mujab atau biasa dipanggil Gus Ipul/MAS

Suluh.co – Pasca bentrok warga penolak tambang quarry Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Polisi mengamankan 11 orang.

Pendamping warga, Emha Syaiful Mujab atau biasa dipanggil Gus Ipul menerangkan bahwa, pemblokiran sudah lama.

“Pemblokiran jalan berupa pasang portal sudah lama, portal dijaga anak-anak muda, orang luar yang akan melewati Desa Wadas jadi susah. Kemarin malam (sebelum ricuh), ada penjual  sayur yang biasa ke Pasar Suronegaran jam 02.00 WIB. Saat mau berangkat dicegat para pemuda karena takut, akhirnya tidak jadi kulakan,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, aksi mereka sangat meresahkan dan mengganggu siapa pun yang akan melewati Desa Wadas.

Baca Juga:  Perkara Lahan Eks Terminal Kemiling Berlanjut di Pengadilan

“Malam ini kami mengadu ke kepolisian karena penutupan akses jalan dan anak-anak yang menjaga portal sangat mengganggu kenyamanan,” pungkasnya.

Salah satu warga yang merasa dirugikan, Wagimin, warga Dusun Kaligendol, Desa Wadas, Kecamatan Bener, bahkan mengaku diintimidasi sejak awal ada  sosialisasi proyek.

“Saya memiliki empat bidang tanah yang terdampak.  Sejak tahun 2013 saya sudah setuju bersama 30 orang lainnya. Sejak itu ancaman sering saya dapatkan. Pernah diancam diusir, bahkan diancam kalau meninggal tidak akan dilayat (takziah) dan tidak boleh dikubur di desa saya. Malam ini saya lapor karena intimidasi dari mereka (penolak quarry) sudah sangat lama saya alami,” kata Wagimin.

Menurut Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito, 11 orang yang diamankan mereka diduga melakukan upaya provokasi yang berujung saling dorong dan pelemparan batu ke arah petugas.

Baca Juga:  Bawaslu Lampung Gandeng Kepolisian Ungkap Pelaku Vandalisme Baliho Jokowi

“Sebenarnya tidak semua warga Desa Wadas menolak, ada yang setuju, bahkan mungkin lebih banyak. Mereka kemudian mengadu ke kami karena terhalang aktivitasnya akibat pemblokiran jalan umum yang harusnya bisa dilewati,” terang Kapolres saat memberikan keterangan, Jumat tengah malam (23/4).

Menanggapi aduan warga yang mengaku diancam oleh penolak quarry, Marito mengatakan bahwa tersangka pengancaman bisa dijerat dengan pasal 335 KUHP jika mengarah kekerasan fisik.

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top