Iklan
Ekonomi

Gubernur Ridho : Pelabuhan Panjang Jadi Buffer Tanjung Priok

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, saat menerima audiensi dari PT. Pelabuhan Indonesia II (IPC) Cabang Panjang, di ruang rapat kerjanya/LS

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendukung upaya PT. Pelabuhan Indonesia II (IPC) Cabang Panjang menjadi buffer Pelabuhan Tanjung Priok.

Gubernur berharap pada 2020 Panjang dapat diproyeksikan menjadi Buffer Full Internasional.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) siap mensupport IPC Cabang Panjang dalam rangka melakukan pengembangan sebagai upaya untuk kelancaran perekonomian di Lampung. Kita mendukung itu,” ujar Gubernur Ridho saat menerima audiensi dari PT. Pelabuhan Indonesia II (IPC) Cabang Panjang, di Ruang Rapat Kerjanya, Selasa (31/7).

Menurut Gubernur Ridho, progres pembangunan yang dilakukan PT. IPC sudah cukup banyak.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Sampaikan Kiat-Kiat Penanganan Arus Mudik 2019

Terkait dengan menjadi Buffer dari Pelabuhan Tanjung Priok, menurut Gubernur, hal tersebut guna membackup komoditi-komoditi yang ada di Sumatera khususnya wilayah Sumatera bagian Selatan, sehingga tidak perlu melalui Tanjung Priok, untuk menjadikan biaya logistik bisa turun jauh lebih rendah.

Sementara itu, General Manager IPC Cabang Panjang, Drajat Sulistyo menyampaikan bahwa progres pelabuhan dan pengembangan IPC Cabang Panjang ke depannya saat ini terus dilakukan.

Hal tersebut juga guna mendukung IPC Cabang Panjang yang dipercaya Pelindo II Pusat, Tanjung Priok mensupport kegiatan yang dilakukan Provinsi Lampung dan juga Sumatera Bagian Selatan.

“Alhamdulillah IPC Cabang Panjang sudah dipersiapkan dari Kantor Pusat Pelindo II, bahwa kita diminta untuk mensupport Provinsi Lampung dan Sumatera Bagian Selatan. Sehingga ke depannya diharapkan IPC Cabang Panjang ini menjadi Buffernya Tanjung Priok, harus kita segera realisasikan dan kita akan selesaikan hingga tahun 2020,” katanya.

Baca Juga:  Ringankan Beban Masyarakat Pemprov Gelar OP Beras di Pasar Baradatu

Drajat mengatakan seperti pada tahun 2018 ini saja, terus adanya pengembangan-pengembangan yang dilakukan seperti pengembangan terminal multipurpose, pengembangan terminal petikemas, pengembangan terminal curah cair, dan pengembangan teriminal RO-RO.

“Diharapkan tahun 2020 menjadi momentum untuk pelabuhan kita menjadi Buffer Full Internasional. Semua ini bisa terlaksana kalau mendapat dukungan dari Pemprov Lampung. Jadi kami berharap full support dari Bapak Gubernur selaku regulator daerah. Sebenarnya rencana ini sudah kita MoU kan pada Januari 2018 di IPC Cabang Tajung Priok, tinggal bagaimana Pak Gubernur mensupport dan kami akan siap action,” tandasnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top