Bandar Lampung

Gubernur Lampung Pembina K3 Terbaik, Ary Apindo Sebut K3 Harus Jadi Praktik Baik

TRADISI K3 HARUS JADI PRAKTIK BAIK — Ketua DPP Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian MBA, di photobooth arena Musprov VII Apindo Lampung 25 Maret 2021 lalu bersama Ketum DPN Apindo, Dr Hariyadi BS Sukamdani (kiri), Menaker Dr Ida Fauziyah saat pidato pada puncak penganugerahan Penghargaan K3 Tahun 2021 di Jakarta, Rabu (28/4/2024). | Kolase Collage Maker/Apindo Lampung/Kemnaker

Suluh.co — Hari ini, warga bumi merayakan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia, yang jatuh tiap 28 April. Misi peringatannya untuk mempromosikan budaya K3 di lingkungan kerja, diharapkan mampu mengurangi angka kematian akibat kecelakaan kerja setiap tahunnya.

Di Tanah Air, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menapis tradisi perayaan tahunannya antara lain dengan mengampu Penghargaan K3, yang bertujuan memotivasi pemerintah daerah, perusahaan, dan pekerja untuk mengimplementasikan K3 dengan lebih baik.

Pada gelaran Penghargaan K3 Tahun 2021 secara hybrid luring-daring, dipusatkan di kantor Kemnaker, Jl Gatot Subroto Kav 51, Jakarta, Rabu (28/4/2021), terpantau bahwa Gubernur Lampung Arinal Djunaidi termasuk salah satu penerima penghargaan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Dr Ida Fauziyah saat berpidato merincikan, pada penganugerahan tahun kedua pandemi ini, sebanyak 16 gubernur diganjar penghargaan Pembina K3 Terbaik. Yakni, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Baca Juga:  Gubernur Ridho Serahkan LKPJ 2018 dan LKPJ Akhir Masa Jabatan Periode 2014-2019

Kemudian, penghargaan kecelakaan nihil atau zero accident diberikan kepada 1.342 perusahaan, 191 perusahaan sukses meraih penghargaan program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV-AIDS), 1.616 perusahaan merengkuh penghargaan sistem manajemen K3 (SMK3), dan terdapat 512 perusahaan menyabet penghargaan pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

Menaker yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Perekonomian DPP PKB ini menyebutkan, pemberian penghargaan K3 ini salah satu upaya penting, sebab sampai saat ini masih banyak ketidakpatuhan terhadap norma K3 yang mendorong terjadi kasus kecelakaan kerja (KK) dan penyakit akibat kerja (PAK).

“Ini merupakan upaya dalam peningkatan pengawasan K3 di lingkungan kerja melalui langkah-langkah pencegahan, pemberian saran atau pembinaan dan deteksi dini serta penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan K3,” kata Ida.

Secara keseluruhan, imbuh ia, peningkatan pengawasan jadi tanggung jawab negara sebagai upaya menjaga keseimbangan hak dan kewajiban bagi pengusaha dan pekerja.

Ia menggarisbawahi keseimbangan tersebut diperlukan untuk menjaga kelangsungan usaha dan ketenangan kerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja dan kesejahteraan tenaga kerja.

Selain, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) hendak dicapai pemerintah Indonesia tahun 2030 mendatang, ujarnya.

Yaitu, pengentasan segala bentuk kemiskinan dan mempromosikan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif.

“Sebab salah satu syarat pekerjaan itu dinyatakan layak adalah terpenuhinya perlindungan K3. Ini yang harus jadi prioritas bersama antara pemerintah, pengusaha dan pekerja,” ujar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN Jatinangor Bandung ini mengintensi.

Baca Juga:  Ridho Memohon Restu Sebelum Pencoblosan

Ida berharap, pencapaian penghargaan K3 ini dapat memotivasi para pimpinan daerah dan pimpinan perusahaan lainnya untuk mempertahankan kinerja K3. “Karena K3 merupakan investasi dan untuk menjaga keberlangsungan usaha, serta mencapai produktivitas perusahaan,” sebut ia.

Ditunggu-tunggu, sayangnya dalam butir pidatonya, sang menteri yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama sejak 2010 itu tak menyinggung soal bauran keterkaitan aspek penajaman budaya K3 dengan portofolio langgamnya sebangun aras dinamisasi UU Cipta Kerja.

Meski demikian, disitat dari siaran pers kementerian, Menaker Ida Fauziyah tak lupa mengapresiasi para penerima penghargaan.

“Saya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para gubernur yang telah berhasil membina perusahaan dalam penerapan K3 di wilayahnya masing-masing, juga kepada perusahaan yang memperoleh penghargaan kecelakaan nihil, penerima penghargaan Sistem Manajemen K3, perusahaan yang telah berhasil menyusun program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja, juga kepada para pemeduli serta perusahaan yang telah melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19,” khatur Ida.

Memulai pidato dengan mengungkapkan ia senang sekali bisa menghadiri acara dan menyerahkan penghargaan, “Semoga ikhtiar kita ini dapat meningkatkan kesadaran semua pihak untuk melaksanakan K3 secara baik dan benar,” takzimnya di ujung pidato.

Dari Bumi Ruwa Jurai, turut menanggapi, Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung 2021-2026, Ary Meizari Alfian.

Baca Juga:  Pelantikan Bupati Lampung Tengah dan Tanggamus Dihadiri Jaksa Agung dan Ketua MPR RI

Dikonfirmasi pada Rabu petang, Ary Meizari menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi atas raihannya sebagai salah satu dari 16 gubernur penerima penghargaan Pembina K3 Terbaik tahun ini.

Menyebut penerapan, peningkatan upaya penerapan, dan inovasi korporasi terhadap pelestarian praktik baik dan duplikasi juga replikasi kisah sukses penerapan K3 di lingkup perusahaan tanpa terkecuali yang bernaung dibawah Apindo, pengusaha properti dan distributor pupuk organik ini menegaskan tekad pihaknya untuk terus menjadikan budaya K3 sebagai harga mati.

“Perlu kami tegaskan, sebagai organisasi pengusaha Apindo akan sekuat tenaga mendorong segenap sumberdaya untuk senantiasa taat asas, kaya upaya nihilkan kecelakaan kerja, perkuat tata kelola sistem manajemen K3 khususnya di Lampung, dan lingkupi keseharian aktivitas pengusaha dan korporasi anggota tegak lurus sadar protokol cegah kendali COVID-19. Ini bagian prasyarat pemulihan ekonomi kita,” ujar Ary.

Alih-alih demi dapat rebound usai setahun pandemi ini survival the battle terdampak terpuruk digebuk pagebluk, dia berjanji, akan menjadikan pentingnya K3 sebagai tradisi profetik dan praktik baik kini kedepan di organisasi dipimpinnya ini. “Harus dong. Itu tadi saya bilang, harga mati,” pungkasnya.

 

Reporter : SUL/RLS/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top