Iklan
Bandar Lampung

Gubernur Apresiasi Program Lampung Hotel Great Sale

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo.

BANDAR LAMPUNG – Kalau kalian berminat berlibur ke Lampung, segera bersiap. Karena ada program Lampung Hotel Great Sale 2019. Ajang ini menawarkan potongan harga sampai 70 persen. Asik bukan?

Launching Lampung Hotel Great Sale 2019 rencananya akan dilakukan di Car Free Day Bandar Lampung, Jalan Ahmad Yani, Minggu 10 Februari 2019. Great Sale akan berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. Berakhir tanggal 31 Mei 2019.

Hal ini terungkap saat audiensi Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Lampung dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Budiharto Herman, di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Senin (21/1).

“Program Great Sale ini juga sejalan dengan yang dilakukan Kementerian Pariwisata. Kami ingin mengangkat kunjungan wisatawan, khususnya di Lampung,” jelas Ketua IHGMA Lampung, Budi Rahman.

Apalagi, pasca bencana tsunami Selat Sunda, okupansi hotel di Bandar Lampung turut terkena imbasnya. Turun sekitar 30 persen dari biasanya.

“Untuk itu, melalui ajang great sale ini kami ingin mengembalikan geliat pariwisata Lampung agar kembali normal bahkan meningkat,” kata Budi Rahman.

Seluruh hotel yang tergabung dalam IHGMA sangat mendukung tagar #LampungItuKerreen yang sempat menjadi masuk di urutan 2 Trending Topic Indonesia pada 8 Januari 2019 lalu yang diramaikan oleh Komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung.

Baca Juga:  Momentum Ramadan, ACT Tebar Kebaikan Untuk Sesama

“Kita bersama-sama ingin menunjukkan bahwa Lampung itu layak dikunjungi saat ini,” kata Budi Rahman.

Kepala Dinas Pariwisata Lampung Budiharto HN menjelaskan, ada 23 hotel yang tergabung dalam IGHMA Lampung. Dan semuanya sepakat untuk mendukung ajang Lampung Hotel Great Sale 2019 ini.

“Bahkan rencananya, pihak IHGMA juga akan mengajak resto dan cafe di Bandar Lampung untuk ikut serta dalam great sale ini. Semakin banyak yang bergabung tentu akan semakin baik,” ujar Budiharto.

Mendengar hal tersebut, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo sangat menyambut baik ajang Lampung Hotel Great Sale ini. Gubernur apresiasi kekompakan antara Pemerintah Provinsi Lampung, pihak swasta, dan komunitas dalam melakukan branding, advertising, dan selling.

“Pihak swasta melalui IHGMA sangat berperan dalam melakukan selling di ajang great sale. Pemprov melalui Dinas Pariwisata memberikan dukungan. Lalu komunitas yang aktif di media sosial ikut meramaikannya,” ujar Ridho Ficardo.

Baca Juga:  Masyarakat Hingga Tokoh Agama Hadir Ramah Tamah Bersama Ridho Ficardo

Ridho malanjutkan, penurunan okupansi hotel dan kunjungan wisatawan di Lampung harus disikapi dengan upaya-upaya kreatif seperti great sale 70 persen off ini.

“Dukungan ini juga sebagai bentuk komitmen Pemprov Lampung dalam mendorong iklim bisnis dan investasi yang kondusif bagi pelaku usaha pariwisata di Provinsi Lampung. Semoga ajang great sale ini bisa menjadi promosi yang efektif dalam menggeliatkan pariwisata Lampung paska Tsunami Selat Sunda Desember 2018,” pungkas Ridho.

Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengatakan, kreativitas seperti ini dirasa sangat pas untuk memulihkan pariwisata Lampung. Karena belanja dan kuliner sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pariwisata.

“Ini sudah pas karena memang ada karakter wisman dan wisnus yang setiap berwisata itu mensyaratkan harus ada kuliner dan belanja,” ujar Rizki, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Dessy Ruhati.

Ia percaya acara seperti ini akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa. Mulai hotel, mal, restoran, hingga pedagang kaki lima akan mendapatkan keuntungan.

“Dengan begitu industri pariwisata Lampung makin optimistis pariwisata Lampung cepat pulih,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arif Yahya memuji reaksi cepat Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dalam memulihkan pariwisata Lampung pasca musibah tsunami Selat Sunda yang terjadi 22 Desember 2019 lalu.

Baca Juga:  Basarnas Lampung Wajibkan Operator Kapal Registrasi Ulang Eprib

Menpar Arief Yahya menjelaskan, paket hot deals diterapkan dengan konsep sharing economy. Yaitu menjual barang atau jasa yang tidak laku atau exces capacity dengan memberikan diskon yang besar.

Program ini akan mendorong wisatawan berkunjung atau memancing minat wisatawan yang bila semula calon wisatawan tidak ada rencana untuk melakukan traveller.

“Dengan adanya tawaran diskon besar, mereka terdorong mau melakukan perjalanan wisata ke Lampung,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top