Modus

Gratifikasi JTTS Kepala Desa Kekiling Divonis 1 Tahun

Idham Husni, mantan Kepala Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Idham Husni, oknum Kepala Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan ini, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, karena telah menerima sejumlah uang dari warganya, yang dinilai oleh hakim sebagai perbuatan menerima gratifikasi.

Dalam sidang lanjutannya pada Kamis (5/12) kemarin, majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Syamsudin, membacakan amar putusannya dengan mengenakan pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001, perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Diganjar dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp50 juta, dengan subsidair denda yaitu kurungan penjara selama 2 bulan,” kata Hakim Ketua Syamsudin.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Maja Tuntut Transparansi Dana Bantuan

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim kali ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dibacakan pada sidang sebelumnya, yang menuntut terdakwa Idham Husni dengan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Diketahui dalam dakwaan jaksa, oknum kades ini didakwa telah bersalah menerima sejumlah uang sebagai biaya untuk mempermudah pengurusan surat tanah yang berubah luas, sesuai dengan perhitungan  Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat pencairan ganti rugi lahan pembangunan jalan tol.

Dari keterangan saksi dihadapan majelis hakim, dikemukakan bahwa besaran uang yang diterima oleh terdakwa sebesar Rp2 juta, hingga mencapai Rp10 juta, yang dikatakan pula sebagai imbalah dari tanda tangan dan cap di surat tanah warga yang diperbaharui.

Baca Juga:  Kejari Lamsel Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Senpi Rakitan

Tak hanya dari surat tanah, terdakwa pun didakwa menerima sejumlah uang dari warga yang mendapatkan ganti rugi bangunan tobong bata dan ganti rugi tanam tumbuh, yang besaran totalnya hingga mencapai Rp100 juta lebih.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top