Pendidikan

GLD Lambar Gelar Bincang Literasi Bersama Penulis Imron Nasri

GLD Lambar Gelar Bincang Literasi Bersama Penulis Imron Nasri/FEB

LAMPUNG BARAT – Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat menggelar kegiatan bincang-bincang tentang literasi bersama Penulis Imron Nasri.

Kegiatan yang diberi tajuk “Menulis Itu Menyenangkan” diikuti para guru Bahasa Indonesia dan siswa tingkat SMP dan SMA yang ada di kecamatan Balik Bukit serta jajaran pengurus Tim GLD Lampung Barat, di Lamban Literasi Sekretariat Tim GLD Lampung Barat Wisma Sinda Lapai, Kelurahan Pasar Liwa, Senin (10/2).

Hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat, Ahmad Syukri, serta Kasi Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Barat, Kandung Hernowo.

Sekretaris Tim Gerakan Literasi Daerah, Sandarsyah mendampingi Ketua Tim GLD setempat Partinia, menjelaskan, bahwa Imron Nasri adalah seorang penulis kelahiran Liwa, yang kini bermukim di kota Yogyakarta.

Baca Juga:  14.150 Siswa Bandar Lampung Ikut UNBK, 4 Sekolah Diharapkan Menyusul Tahun Depan

Beberapa hasil karyanya yakni Si Bungsu Yang Cerdik (1988), Mahasiswa Dan Masa Depan Politik Indonesia (1993) serta Amien Rais, Menjawab Isu-Isu Seputar Kiprah Kontroversialnya (1999). Lalu, bersama Wirman Syafri pada 2003 menyunting buku Merangkai Sejarah Menatap Masa Depan (Refleksi Kelahiran Partai Amanat Nasional) serta Saya Seorang Demokrat, Percik-Percik  Pikiran Amien Rais (2011).

Dalam paparannya, Imron mengatakan bahwa tulisan adalah salah satu bentuk ungkapan dari apa yang kita pikirkan. Dengan tulisan membantu kita menyampaikan apa yang kita pikirkan kepada orang lain. Tulisan juga membantu orang lain mengetahui apa yang kita pikirkan.

Sebagai mahluk sosial, kita butuh menyampaikan apa yang kita pikirkan dan orang lain juga ingin tahu apa yang sedang kita pikirkan.

Manfaat dari kegiatan tulis menulis adalah adanya kepuasan batin. Menulis adalah salah satu sarana untuk pengungkapan diri dan perasaan, oleh karena itu dengan menulis dapat menciptakan rasa puas. Disamping itu pula kegiatan tulis menulis dapat dijadikan profesi sehingga dapat menghasilkan uang sebagai penghidupan.

Baca Juga:  Isi Studium Generale di Itera Mbah Rono Minta Mahasiswa Tangguh Bencana

Menjawab pertanyaan peserta berkenaan dengan ide atau gagasan, Imron mengatakan bahwa ide atau gagasan adalah bagian awal dari kerja menulis. Terciptanya ide bisa saja muncul pada tahap pembacaan dalam rangka kerja menulis. Namun bisa jadi muncul sebelum pembacaan dilakukan. Oleh Karena itu, seorang penulis harus banyak membaca.

“Membacalah sebanyak mungkin tentang berbagai macam tema. Membaca akan melatih pikiran untuk menemukan hal-hal yang menarik. Selain itu, membaca juga akan memberi nutrisi pada pikiran, perasaan, dan inspirasi yang memungkinkan tergalinya ide-ide kapan saja dengan mudah,” papar Imron.

Ide juga bisa didapat dan digali dari diskusi formal maupun informal. Atau dapat juga dari pengamatan kita sehari-hari.

Baca Juga:  Harga Kopi Turun Produksi Panen Ikut Merosot

“Sebaiknya ide-ide tersebut kita catat ke dalam buku catatan khusus, sehingga pada suatu saat kita lupa dapat kita buka kembali, lalu kita rangkum menjadi suatu tulisan. Dan yang harus selalu diperhatikan sebagai seorang penulis pemula adalah untuk selalu berlatih dan mencoba,” terang Imron.(FEB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top