Bandar Lampung

Gerai Bakso Ditutup, Sonhaji Sony Mulai Gerah

Haji Sony, pemilik Gerai Bakso Sonhaji Sony/WAN

Suluh.co – Awalnya pemilik Gerai Bakso Sonhaji Sony tetap menahan diri tatkala 6 dari, 18 gerainya, disegel Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah  Bandarlampung.

Namun, dia tak lagi bisa tinggal diam setelah 12 sisa gerainya juga mengalami hal serupa, pada Senin 20 September 2021. Yaitu dengan menempuh jalur hukum.

Haji Sony mengatakan, jika dirinya menyanyangkan langkah Pemkot Bandarlampung yang telah menyegel gerai miliknya, karena ada ratusan karyawan yang sedang mencari nafkah di saat pandemi ini.

“Ini menyangkut ribuan orang, di kondisi pandemi saat ini bertahan saja sudah bagus, apalagi di tutup, saya seneng asalkan pemkot tanggung jawab,” kata dia, kemarin.

Baca Juga:  Rekrut P3K Tunggu Instruksi Pusat, Pemprov Lampung Belum Sediakan Anggaran

Sementara, Dedi Setiadi, kuasa hukum Gerai Bakso Sonhaji Sony, mengaku sangat kecewa dengan sikap atau tindakan Pemkot Bandarlampung yang memaksakan penutupan atau penyegelan terhadap semua gerai milik kliennya tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi yang susah karena kondisi Covid-19 dan masa PPKM.

“Tanpa mempertimbangkan dampak dan akibat dari sikap dan tindakan pemda tersebut diatas seperti sekitar 200 lebih karyawan pada gerai bakso klien kami dengan sangat terpaksa harus ikut mengalami kesulitan ekonomi pada masa yang sulit seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lebih jauh lagi Gerai Bakso Sonhaji Sony telah ada sejak 42 tahun lalu, dan merupakan salah satu ikon Kota Bandar Lampung dari sisi kuliner indonesia dan menjadi menjadi daya tarik tersendiri .

Baca Juga:  Sambut Tahun Baru Cina, Novotel Siapkan Hidangan Spesial

“Serta telah ikut berkontribusi menyumbang PAD Kota Bandarlampung yang di pergunakan untuk membangun kota,” tambahnya.

Selain itu, sambung Dedi, pada tahun 2019 juga Gerai Bakso Sonhaji Sony telah dianugrahi penghargaan sebagai kontribusi penyetor pajak terbaik oleh direktorat Jendral Pajak Tanjung Karang.

Sehingga, kata dia, meyakini ada kesalahan baik prosedur maupun materiil perihal tindakan pemkot tersebut .

“karena selain hal diatas panggilan dalam rangka pemeriksaan pajak telah dijadwalkan oleh pemkot pada Selasa 21 September 2021,” urainya

Ia berpendapat,  bahwa sikap dan tindakan pemkot tersebut merupakan tindakan kesewenang-wenangan dan arogansi pemerintah kota terhadap kliennya.

“Kami dan pasti akan melakukan langkah hukum atas tindakan tersebut,” tandasnya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Serahkan Bantuan Mobil Ambulans ke IKLB Jabar

 

Reporter : Agung Kurniawan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top