Modus

Gelar Kasus Dugaan Penipuan Lilis Pujiati Masih Tahap Lidik

Direktur Reskrimum Polda Lampung Kombes Barly Ramadhani/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – Polda Lampung akan melakukan gelar kasus atas dugaan penipuan dengan terlapor Lilis Pujiati. Gelar kasus dilakukan untuk mengetahui adanya unsur pidana atau tidak dalam dugaan penipuan tersebut.

“Gelar kasus ini untuk lidik apakah bisa terpenuhi unsurnya. Naik sidik atau tidak,” kata Direktur Reskrimum Polda Lampung Kombes Barly Ramadhani SIK, Rabu (19/2).

Hal ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad bahwa kasus tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Menurut Dir Reskrimum Kombes Barly Ramadhani SIK penyidikan perkara tersebut masih berjalan, bahkan sampai saat ini. Akan dilaksanakan gelar perkara,” ujar Pandra pada Minggu (16/2) lalu dalam pesan WhatsApp.

Baca Juga:  Meski Membantah, Polisi Tetap Lanjutkan Tuduhan Penipuan oleh Fajrun Najah Ahmad

“Belum sidik masih lidik. Sudah banyak saksi dari berbagai unsur yang kita periksa tinggal menentukan gelar (perkara) inilah,” tegas Barly.

Lilis Pujiati dilaporkan oleh Gentur Sumedi ke Polda Lampung pada 12 November 2019 lalu terkait seleksi calon komisioner KPU Kabupaten/Kota.

Kala itu, Lilis Pujiati merupakan calon komisioner KPU Pesawaran sementara Gentur Sumedi adalah suami dari Viza Yeli Santi calon komisioner KPU Tulang Bawang.

Gentur melaporkan Lilis ke Polda Lampung karena diduga melakukan penipuan terhadap istrinya dengan meminta uang Rp150 juta kepada Virza sebagai syarat apabila ingin lolos sebagai komisioner KPU Tulangbawang karena Virza masuk tracking Sipol (Sistem Informasi Partai Politik).

Baca Juga:  Jejak Musa Ahmad dalam Kasus Penipuan

Dalam salinan putusan DKPP Nomor 329-PKE-DKPP/XII/2019 disebutkan Gentur menyerahkan Rp100 juta kepada Lilis.

Kasus ini turut melibatkan Esti Nur Fathonah, Anggota KPU Lampung yang telah diberhentikan tetap oleh DKPP RI pada Rabu (12/2) lalu.

“Di dalam sidang DKPP RI boleh terpenuhi unsur pelanggaran etikanya tapi di sini kalau tidak terpenuhi unsur (pidana_red) saya tutuplah,” kata Barly.

“Saya hentikan tidak bisa dilanjutkan penyelidikan. Tapi nanti saja setelah gelar (perkara_red),” tutupnya.(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top