Modus

Gegara Tunggakan Kredit Mobil Debt Collector Aniaya Yahya

Yongki Yonata Kendra, pria yang sehari hari berprofesi sebagai tukang tagih utang ini harus didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung Karang, lantaran ulahnya yang telah melakukan penganiayaan terhadap Yahya/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Yongki Yonata Kendra, pria yang sehari hari berprofesi sebagai tukang tagih utang ini harus didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjung Karang, lantaran ulahnya yang telah melakukan penganiayaan terhadap Yahya, saat menjalankan pekerjaannya tersebut, hingga korban mengalami luka memar dan lecet di bagian tangan dan perutnya.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Syahri Adamy ini, sang korban pun turut dihadirkan untuk memberikan keterangannya terkait pidana apa yang telah dilakukan oleh sang debt collector, pada saat hari penagihan tersebut terjadi hingga adanya penganiayaan terhadap korban oleh yongki dan rekan – rekannya.

Baca Juga:  Tim Kuasa Hukum Ridho Bachtiar Bacakan Permohonan di Mahkamah Konstitusi

“Pada saat itu, di Jalan Sultan Agung sekitar pukul tiga sore, Yongki menghampiri saya yang sedang duduk dekat rumah makan puja sera. Lalu saya disodorkan catatan tagihan tunggakan mobil milik dan menanyakan mobil miliknya yang dimaksudkan untuk disita,” kata Yahya, dalam persidangan, Jumat (29/3).

Namun,lanjut dia, ia yang saat itu tidak mau menanggapi tawaran Yongki, akhirnya dibawa paksa dengan terdakwa beserta ke empat rekannya yang saat itu ikut untuk mengeksekusi mobil miliknya.

Karena terjadinya penolakan korban, terdakwa Yongki dan empat rekannya tersebut memaksa korban dan mobilnya menuju ke kantor dengan cara kekerasan, hingga Yahya pun terpental dari dalam mobil.

Lantaran cara penagihan yang tidak seharusnya tersebut, sang debt collector ini didakwa oleh jaksa dengan 3 pasal berlapis, yaitu pasal 351 ayat 1, 368 ayat 1 dan pasal 170 ayat 1 KUHP, yang mengatur tentang tindak pidana penganiayaan pemaksaan orang dengan kekerasan dan unsur bersama – sama melakukan kekerasan di muka umum.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top