Panggung

Forum Mulei Mekhanai Panaragan Lestarikan Musik Klasik Lampung

Muda-mudi Gitar Tunggal yang tergabung dalam Divisi Kesenian Forum Mulei Mekhanai Panaragan, Tulangbawang Barat/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Sudah semestinya para kaula muda-mudi ikut melestarikan budaya dari daerahnya masing-masing sekaligus diwarisi ke generasi yang akan datang agar tidak punah.

Seperti halnya para muda-mudi Gitar Tunggal yang tergabung dalam Divisi Kesenian Forum Mulei Mekhanai Panaragan, Tulangbawang Barat.

Anggota dalam forum yang berjumlah 80 orang ini, intens melestarikan adat budaya Lampung, khususnya bidang kesenian.

Para muda-mudi Gitar Tunggal Tulangbawang Barat telah menunjukan kebolehannya di beberapa tempat. Misalnya saja saat performa di Bukit Sakura pada Sabtu (24/11) lalu.

Kemudian, pada Senin malam nanti, muda-mudi Gitar Tunggal Tubaba ini dengan membawa 9 anggota akan memeriahkan penutupan Festival Lalang Waya, di Taman Gajah pada Senin (26/11) malam.

Baca Juga:  Sore Ini, Qasidah Margo Mulyo Tampil di Indosiar

Dan kali ini, pada Senin (26/11) siang sekitar pukul 14.45 WIB mereka hadir di Studio Fajar Surya Televisi (FSTV).

Adapun nama-nama dari 9 anggota ini di antaranya Tajri, Hendra, dan Rismanasari sebagai pengurus. Sementara gitar adalah Irawansyah, Sobri, Hanan Suwardi. Lalu, vokalis ialah Kunia Mentari, Winda Putri, dan Novaria.

Rismanasari menceritakan, alasan dirinya tertarik untuk terjun di bidang seni gitar klasik Lampung ini untuk Melanjutkan tongkat estafet dari para tetua Lampung. Khususnya di bidang kesenian agar tidak punah, meski memasuki zaman modernisasi globalisasi.

Selain itu, sebagai bentuk melestarikan adat budaya Lampung, khususnya kesenian klasik Lampung dari tiyuh Panaragan, Tubaba.

Ia mengajak masyarakat Lampung untuk mengedepankan dan mencintai budaya Lampung, ketimbang budaya luar.

Baca Juga:  30 Paskibra Tubaba Latihan Gabungan

Alasannya, agar adat budaya Lampung semakin banyak dikenal orang baik di dalam maupun luar Lampung dan bisa berjaya ke depannya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top