Nasional

“Fortune favors the bold”, Luhut Binsar : Optimis akan Kemajuan Indonesia

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan/RDR

BANDAR LAMPUNG – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan atau biasa disapa LBP kembali menyuarakan optimisme akan kemajuan Indonesia di ladang ekonomi, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Ketua Dewan Pembina DPP Pejuang Bravo-5 itu berbagi cerita seputar upaya kerasnya meyakinkan komunitas internasional atas prospek unggul iklim investasi di Tanah Air, dalam unggahan terbaru beranda Facebook miliknya, Jum’at (7/2/2020).

“Di tengah ketidakpastian global yang melanda seluruh penjuru dunia, saya teringat kata-kata seorang bijak bahwa di setiap kesulitan yang muncul, pasti ada satu kemudahan yang datang,” mula cerita dia.

Mengingatkan warganet, “Seperti yang saya sampaikan kepada para calon investor di gelaran “Mandiri Investment Forum” 2020 hari Rabu lalu (5/2/2020) lewat paparan saya yang bertajuk “Transformasi Ekonomi di Tengah Perbaikan Global yang Tertunda”.

“Saya katakan kepada mereka bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2020, masih bisa tumbuh di kisaran lima persen di tengah-tengah merebaknya wabah virus Corona di beberapa negara, sudah menjadi pencapaian yang bagus,” ungkapnya.

Jika kita melihat negara tetangga yang lain seperti Filipina dan bahkan Singapura saja, ia membandingkan, juga sedang mengalami hal yang sama akibat wabah virus Corona.

“Pencapaian ini memang melambat dibandingkan dua tahun sebelumnya, namun bukanlah yang terburuk karena kita masih bisa bertahan, dan kondisi perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik dibanding negara-negara lainnya di dunia, terlebih masalah ini juga memukul perekonomian banyak negara,” kata LBP.

Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global meskipun Amerika Serikat dan China sudah melakukan gencatan senjata, dan tantangan global semakin meningkat mulai dari perubahan iklim hingga kesehatan di tahun 2020 ini, ayah empat anak –Paulus, Paulina, Kerri, dan David Panjaitan– ini bilang bahwa dua fokus strategi ekonomi dirumus pemerintah sebagai penghalau rintang.

“Saya sampaikan pula kepada mereka  bahwa pemerintah Indonesia merumuskan beberapa fokus strategi sektor ekonomi, diantaranya yang pertama mendorong “Omnibus Law” untuk meningkatkan kepastian usaha,” ia meneruskan.

Dan kedua, memperhatikan agar investasi berbasis keberlanjutan dan berdampak pada ekonomi lokal.

Baca Juga:  Dulu Kita Jadi Audience, Kini Jadi Narasumber di MPD

“Sehingga dari fokus strategi ini kami di pemerintahan Jokowi memiliki target besar untuk mengurangi kerentanan terhadap harga-harga “volatile”, mengontrol Current Account Deficit (CAD/defisit transaksi berjalan) hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat,” Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Golkar itu menggarisbawahi.

“Saya juga sampaikan kepada para calon investor, bahwa ekspor besi baja di Indonesia saat ini sudah lebih besar daripada otomotif. Nilainya mencapai US$8 miliar,” LBP membeber data.

Melihat potensi sebesar ini, sambung dia, “saya bertekad di tahun ini, ekspor besi baja bisa mencapai US$12,3 miliar atau US$12,5 miliar dan dalam empat tahun mendatang, nilai ekspor besi dan baja bisa meningkat lebih dari tiga kali lipat di tahun 2024 dari realisasi di tahun 2019.”

Karena nantinya Indonesia tidak akan lagi berbicara komoditas ekspor mentah, melainkan penjualan produk yang memiliki nilai tambah. “Misalnya, dengan larangan ekspor bijih nikel, nilai tambah ekspor Indonesia dari baterai lithium bisa 15 kali lebih besar,” urai dia pula.

Mendasari hal itu, LBP mengungkapkan, “Dengan tekad tersebut, saya katakan pula kepada mereka bahwa Indonesia sangat terbuka dan mendorong investasi-investasi energi terbarukan seperti PLTA di Kalimantan yang potensi listriknya sebesar 10,830 MW.”

Lalu, lanjut dia, PLTS Apung di Waduk Cirata berkapasitas 145 MW, belum lagi 60,000 hektar permukaan danau yang potensial dimanfaatkan untuk pembangkit listrik yang jika 5%-nya saja dimanfaatkan, “kita akan mampu mengembangkan pembangkit energi ramah lingkungan yang jauh lebih besar lagi.”

Sekadar pengingat, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung (floating PV power plant) di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, salah satu potensi investasi lama mangkrak yang sukses dieksekusi kelanjutan realisasi proyeknya oleh pemerintah, belum lama ini.

Tepatnya Januari 2020, saat pemerintah RI dan Masdar, perusahaan EBT (energi baru terbarukan) terbesar Timur Tengah berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, meneken nota kesepakatan kerja sama pembangunan PLTS yang akan digarap bareng “anak” PLN yakni PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dengan nilai investasi Rp1,8 triliun.

Baca Juga:  Mendapat  Gelar Doktor Honoris Causa, Pjs Gubernur Lampung Ucapkan Selamat Kepada Megawati

Selain diklaim bakal jadi PLTS terbesar di Asia Tenggara, dengan rencana kapasitas 145 Megawatt peak (MWp), memecahkan rekor pembangkit tenaga matahari terbesar ASEAN setelah PLTS Cadiz Solar Powerplant, Filipina sebesar 132,5 MW, PLTS Terapung Cirata ini pun bakal menoreh dua gempita.

Yakni, menyusul rekor PLTA Cirata yang juga terbesar Asia Tenggara, di DAS Citarum, Desa Tegal Waru, Plered, Purwakarta. PLTA berkonstruksi power house bawah tanah berkapasitas 8×126 MW total kapasitas terpasang 1.008 MW (masing-masing 4 unit dengan daya terpasang 504 MW Cirata I beroperasi 1988, Cirata II beroperasi 1997).

Dengan produksi energi listrik rata-rata 1.428 Giga Watthour (GWh) pertahun, disalurkan via jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi 500 kV ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Jika ingat kasus black out Jawa-Bali, terkait, PLTA Cirata ini kontributor utama pemikul beban puncak operasi pukul 17.00-22.00 WIB sistem interkoneksi Jamali.

Bermoda operasi Load Frequency Control/LFC dilengkapi fasilitas line charging, daya respons PLTA ini relatif cepat, sekira 5 menit bila sistem Jawa Bali black out dan start up operasi atau sinkron ke jaringan 500 KV.

Seturut, gempita kedua, seperti juga pernah diterangkan Nicke Widyawati saat masih Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN akhir Agustus 2017 lalu, besar harapan proses pembangunan PLTS Terapung Cirata yang akan ditaja bertahap, memungkinkan pula terealisasinya keinginan pemerintah untuk mengembangkan industri komponen PLTS dalam negeri seiring peningkatan postur Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), sekaligus meminimalkan risiko impor.

Kembali ke LBP, melanjutkan unggahannya, ia mengutip kata mutiara (proverbs) terkenal Publius Vergilius Maro, atau Virgil, penyair Romawi terkenal abad ke-1 SM dengan tiga mahakarya, “Bucolics” atau “Eclogues” (37 SM), “Georgics”, dan buku terakhir kumpulan syair kepahlawanan yang menggambarkan kejatuhan Troy, pengembaraan Aeneas, dan kondisi sosial masyarakat Romawi, “Aeneid”.

“Tiba-tiba saya teringat ucapan salah satu pujangga kenamaan Romawi, Virgil yang berkata “Fortune favors the bold,” kutip LBP.

Obat penasaran, terjemahan bebasnya, nasib baik berpihak pada yang berani. Yakni, orang yang memiliki keberanian untuk mengikuti rencana mereka, bahkan ketika dihadapkan dengan rintangan, sering berhasil. Sebuah pepatah motivator.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2019 Penjagaan Garis Pantai Diperketat

Barangkali inilah yang dinamakan “dewi fortuna” itu, lanjut LBP. “Bahwa siapapun yang menghadapi sebuah masalah dengan tekad yang kuat dan keberanian, pasti akan mampu mengatasinya dengan sempurna.”

Tangan kanan Jokowi yang ulah asam garam kehidupan termasuk pengalaman tiga dunia –tentara, pengusaha, pejabat pemerintahan– membuatnya matang emosi dan cuek bebek saat dicibir sejumlah pihak dengan julukan “menteri segala urusan” ini pun kontemplatif.

“Ketahanan perekonomian Indonesia yang saya kira tidak akan terwujud tanpa adanya semangat bernama optimisme yang selalu digaungkan oleh Presiden Joko Widodo.”

“Semangat inilah yang membuat saya berani untuk berkata di depan para investor saat itu bahwa Indonesia saat ini sudah lebih baik dari Indonesia di saat lima atau 10 tahun yang lalu. Saya mengajak mereka agar tidak perlu ragu untuk berinvestasi ke Indonesia karena pemerintah Indonesia saat ini akan sangat transparan dalam proses investasi,” lugas LBP reflektif.

Menjuntai tugas pokok dan fungsi eksekusi kementeriannya, sulung lima bersaudara, pariban Batak di Bandung sejak SMA, lulusan terbaik Akabri Darat peraih Adhi Makayasa 1970, komandan pertama Detasemen 81 (Sat-81/Gultor) Kopassus, danrem terbaik se-Indonesia 1995 –saat itu Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun, dubes untuk Singapura era Habibie, Menperindag era Gus Dur, serta Kepala KSP pertama, Menko Polhukam, dan Menko Maritim era Jokowi-JK ini pun menebar virus optimisme.

“Saya berharap rakyat Indonesia punya tekad dan semangat yang sama untuk terus berkarya dan optimis akan kemajuan Indonesia,” penyuka semboyan keren prajurit dirgantara “tanggap, tanggon, trengginas” ini memungkasi unggahannya.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top